Sosialisasikan Asian Games 2018, Sandiaga Uno Akan Gelar Maraton

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berlari dalam rangka run for charity di depan Balai Kota DKI Jakarta, Ahad, 18 Februari 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berlari dalam rangka run for charity di depan Balai Kota DKI Jakarta, Ahad, 18 Februari 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, akan menggelar marathon untuk menyosialisasikan perhelatan Asian Games 2018 yang akan dibuka pada 18 Agustus 2018.

    "Data kami dari Jakarta Smart City, baru 20 persen warga Jakarta yang mengetahui akan ada Asian Games mendukung. Jadi sosialisasi ini yang akan kita genjot. Ada beberapa event seperti 18 mini maraton, 8 Kilometer, mungkin nanti finish di GBK," kata Sandiaga usai evaluasi test event Asian Games di Hotel Luminor, Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis.

    Baca: Puan Maharani Berharap Politik Tak Pengaruhi Asian Games 2018

    Dia juga akan mengkampanyekan ajang Asian Games pada setiap rapat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berharap pegawai Pemprov DKI ikut meramaikan Asian Games.

    "Di setiap rapat di Pemprov, nanti kita akan sediakan tim dan kita pastikan tim itu melekat di setiap pegawai Pemprov untuk meningkatkan 'sense of belonging'," kata Sandiaga.

    Sementara itu, masalah transportasi dan fasilitasi Asian Games masih terus dievaluasi, katanya.

    Baca: Alex Noerdin: Sosialisasi Asian Games 2018 Bukan Kampanye Politik

    "Isu-isu sentral berkaitan dengan lalu lintas, kemacetan. Isu sentral berkaitan akreditasi, maupun juga dengan keamanan, penerangan seputar venue," kata Sandiaga.

    Asian Games 2018 digelar pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang yang dipusatkan di dua kota yaitu Palembang dan Jakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.