Listrik dan Telekomunikasi Belum Diuji untuk Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas PLN melakukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) penggantian ikatan kabel A3CS di isolator yang

    Sejumlah petugas PLN melakukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) penggantian ikatan kabel A3CS di isolator yang "flash over" di kawasan Tenau, Kupang, NTT, 21 Juli 2017. ANTARA/Widodo S Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) meminta jaminan penyediaan listrik dan jaringan telekomunikasi untuk penyiaran kepada dua perusahaan negara yaitu PLN dan Telkom. Kedua faktor pendukung penting itu belum pernah diuji selama test event Asian Games 2018.

    "Kami masih khawatir soal jaminan listrik dan telekomunikasi terutama saat upacara pembukaan dan penutupan. Kami khawatir setelah kejadian panel listrik yang terbakar di arena bola basket saat penyelenggaraan kejuaraan uji coba," kata Direktur Penyiaran INASGOC, Linda Wahyudi di Jakarta, Kamis 15 Maret.

    Jaminan penyediaan listrik dan jaringan telekomunikasi yang tidak terputus itu, menurut Linda, dibutuhkan para pelaku penyiaran Asian Games ke-18 terutama stasiun-stasiun televisi yang telah mempunyai hak siar.

    Baca: Tiga Hal yang Ditekankan Jokowi demi Kesuksesan Asian Games ...

    Linda mengatakan PLN dan Telkom sebelumnya sepakat untuk menyediakan layanan listrik dan jaringan telekomunikasi mereka saat Asian Games.

    Namun, INASGOC berharap dua perusahaan negara itu juga menyediakan layanan cadangan yang langsung dapat dipakai ketika jaringan utama terganggu atau bahkan terputus.

    "Upacara pembukaan itu akan menjadi pembukaan untuk semua kegiatan Asian Games. Jika saat itu listrik terputus, mereka butuh waktu 10 menit untuk menyalakannya lagi," ujar Linda tentang risiko kerugian bagi Indonesia terkait listrik dan telekomunikasi.

    Linda mengatakan INASGOC belum menguji coba penyiaran Asian Games saat penyelenggaraan kejuaraan uji coba pada 8-15 Februari menyusul siaran pertandingan secara langsung menggunakan jalur fiber optic.

    Baca: Jusuf Kalla: Indonesia Minimal Harus 16 Emas di Asian Games 2018

    INASGOC akan mulai membangun pusat penyiaran Asian Games (IBC) di Jakarta Convention Center, Senayan, pada 4 Juni sebagai persiapan bagi stasiun-stasiun televisi pemegang hak siaran untuk menyusun studio mereka.

    "Kami juga akan mulai membangun kabin-kabin dari kontainer sebagai mini studio yang menggantikan OB Van setelah pembangunan IBC selesai sekitar Juli," ujarnya.

    Kabin mini studio itu, lanjut Linda, juga dibutuhkan sejumlah stasiun televisi asing pemegang hak siar menyusul pemesanan titik-titik siaran langsung saat pertandingan Asian Games 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.