Jumat, 20 Juli 2018

Asian Games 2018: Target 10 Besar, Ini Cabang Andalan Indonesia

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatnas Taekwondo Asian Games 2018 di GOR POBKI Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 22 Maret 2018. Tempo/Egi Adyatama

    Pelatnas Taekwondo Asian Games 2018 di GOR POBKI Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 22 Maret 2018. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia memasang target tinggi di Asian Games 2018 pada bulan Agustus-September mendatang. Tampil sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan masuk sepuluh besar.

    Baca: Manajer Cabang Angkat Besi Asian Games 2018: Dana Lancar Jaya

     
    Demi memenuhi target ini, sejumlah perencanaan dibuat. Target dinilai bisa tercapai dari sejumlah cabang olahraga unggulan Indonesia. Cabang seperti bulu tangkis dan angkat besi, masih menjadi andalan. Namun, bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia juga berusaha menambah raihan emas dari cabang baru di Asian Games. 
     
    Beberapa cabang seperti bridge, panjat tebing, hingga jet ski akan dimaksimalkan untuk meraih emas. Cabang-cabang unggulan itu adalah panahan bulu tangkis atletik, boling, bridge, kano/rowing, sepeda, jetski, paragliding, pencak silat, panjat tebing, taekwondo, angkat besi, dan wushu.

    Baca:  Asian Games 2018: Alex Minta Pendekar Ikut Jaga Kedamaian

     
     
    1. Bulu Tangkis 
     
    Bulu tangkis masih menjadi salah satu cabang unggulan bagi Indonesia. Dari cabang ini, Indonesia menargetkan dua emas di ajang Asian Games 2018 mendatang.
     
    Nomor paling berpeluang masih datang dari ganda putra. Pasangan nomor satu dunia saat ini, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo, menjadi tumpuan Indonesia. Selain ganda putra, di nomor ganda campuran menjadi andalan lewat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
     
    Selain Marcus/Kevin dan Tontowi/Liliyana, Indonesia juga masih memiliki beberapa nama potensial lain. Pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berpeluang menjadi underdog dengan pengalaman mereka. Ada pula pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang penampilannya sedang menanjak. Apalagi, Greysia berhasil menyumbang medali emas bagi Indonesia di Asian Games Incheon 2014, bersama Nitya Krishinda Maheswari.
     
    2. Panahan
    Indonesia menargetkan satu emas dari cabang panahan. Sejauh ini, atlet potensial dari cabang ini muncul di nomor recurve. Nama-nama seperti Riau Ega Agatha di putra dan Diananda Choirunisa di putri masih menjadi andalan Indonesia. Selain bermain di nomor individual, Riau dan Diananda juga akan turun di nomor beregu. 
     
    3. Atletik
    Hanya satu emas yang ditargetkan Indonesia dari salah satu cabang dengan nomor pertandingan terbanyak ini. Peluang emas muncul dari nomor lompat Jauh. Di nomor ini ada beberapa nama seperti Sapwaturrahman Sanapiah di putra dan Maria Londa Natalia di putri.
     
    Sapwaturrahman merupakan atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia membuat kejutan dengan memecahkan rekor nasional lompat jauh putra di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) 2017 di Makassar. Ia mencatatkan lompatan sejauh 7,90 meter. Sedangkan Mario Londa merupakan peraih medali emas di Asian Games Incheon 2014 lalu. 
     
    4. Boling
    Pelatnas boling Indonesia menargetkan satu medali emas di Asian Games 2018 mendatang. Dari tiga nomor yang dipertandingkan, target emas muncul dari nomor tim. Saat ini, total ada 14 atlet dari nomor beregu di putra dan putri yang menjalani pelatnas boling di Ancol, Jakarta Utara. 
     
    5. Kano/Rowing
    Sebanyak 15 nomor pertandingan akan dipertandingkan di cabang dayung. Meski begitu, hanya satu medali emas yang ditargetkan dari cabang ini. 
     
    6. Bridge
    Bridge merupakan salah satu cabang baru yang dipertandingkan di Asian Games. Akan ada enam nomor yang dipertandingkan, yaitu men team, women team, mixed team, supermixed team, men pair, dan mixed pair. Indonesia menjadikan bridge sebagai salah satu cabang untuk menambah perolehan emas. 
     
    PB Gabsi menyebut keenam nomor ini memiliki peluang meraih medali. Meski begitu, hanya dua emas yang ditargetkan. Demi meraih target itu, cabang olahraga asah otak ini telah merekrut pelatih asing asal Polandia, Krzysztof Martens, untuk menggenjot atlet-atlet bridge yang tergabung di pelatnas. 
     
    7. Balap Sepeda
    Cabang sepeda menargetkan raihan dua emas di Asian Games 2018. Raihan positif di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, yang meraih dua emas dan perak, membuat cabang ini cukup optimistis memenuhi target. Nomor pertandingan track dan BMX menjadi adalah nomor andalan Indonesia. 
     
    PB ISSI mengatakan Indonesia memiliki banyak atlet BMX yang bagus. Nama-nama seperti Elga Kharisma, Rio Akbar, I Gusti Bagus Saputra, dan Toni Syarifudin sebenarnya bukan hanya atlet disiplin track karena disiplin mereka sebenarnya adalah BMX. Tapi, PB ISSI telah meminta mereka untuk turun pada nomor track dan BMX.
     
    8. Jetski 
    Dari cabang Jet Ski, Indonesia menargetkan dua emas. Juara Dunia 2014, Aero Sutan Aswar, menjadi andalan Indonesia untuk mendulang emas di nomor emas. Saat ini, Aswar dan saudaranya, Aqsa Aswar berlatih langsung di Amerika Serikat. 
     
    9. Paralayang
    Cabang paralayang menargetkan satu medali emas di Asian Games 2018 mendatang. Nomor andalan cabang ini ada di nomor ketepatan mendapat putri. Ada nama Rika Wijayanti yang baru saja menjadi juara di ajang World Cup Seri 1 di North Cyprus, Turki, pada Februari 2018. Saat ini, Pelatnas Paralayang berlatih rutin di daerah Cisarua, Bogor. 
     
    10. Pencak Silat 
    Pencak silat merupakan salah satu cabang yang baru dipertandingkan di Asian Games. Berstatus sebagai olahraga asli Indonesia, pemerintah menargetkan cabang ini menjadi salah satu lumbung medali. Catatan Indonesia di cabang ini memang cukup meyakinkan. 
     
    Di SEA Games 2017, Indonesia meraih dua emas. Emas diraih oleh Wewey Wita di nomor tanding putri nomor 50-55 kilogram dan dari tim putra di nomor seni beregu putra. 
     
    11. Panjat Tebing 
    Panjat Tebing juga merupakan cabang baru di Asian Games 2018. Indonesia memang cukup terkenal memiliki atlet panjat tebing profesional. Apalagi berkaca pada hasil di Kejuaraan Dunia tahun lalu yang diikuti, peluang Indonesia dinilai cukup terbuka. Pada 2017, Indonesia ikut di tiga kejuaraan dunia, dari tujuh kejuaraan dunia yang ada. Hasilnya pun tak mengecewakan. Tampil tak diunggulkan, Indonesia berhasil merebut perak di dua turnamen, yakni di Wujian dan Xiamen, Cina. 
     
    Medali diraih dari nomor speed lewat atlet perorangan putra, Aspar Jaelolo. Aspar hanya kalah dari wakil Rusia dengan perbedaan waktu 1/100 detik.
     
    Sedangkan di nomor putri, atlet Aries Susanti Rahayu juga membuat catatan mengesankan selama masa latihan di pelatnas. Ia mampu mencatatkan kecepatan 6,96 detik. Catatan ini ada di atas rekor dunia speed climbing putri dunia, yakni 7,38 detik, yang dipegang atlet Rusia. 
     
    12. Taekwondo 
    Indonesia menargetkan satu emas dari cabang taekwondo di Asian Games 2018 mendatang. Indonesia mengandalkan nomor poomsae untuk mendulang emas. Pada turnamen pemanasan (test event) menuju Asian Games 2018, nomor ini mampu tampil apik dan konsisten menyumbang emas.
     
    Meski begitu, Indonesia juga masih memiliki beberapa nama potensial lain. Di nomor kyorugi, ada nama Mariska Halinda di putri dan Ibrahim Zarman di nomor putra. Keduanya meraih emas di nomor perorangan pada SEA Games 2017. 
     
    13. Angkat Besi 
    Kepastian dari Komite Olimpiade Asia (OCA) untuk mempertandingkan angkat besi nomor 62 kilogram, membuka asa Indonesia meraih emas di nomor ini. Indonesia memiliki Eko Yuli Irawan yang merupakan peraih medali perak di Olimpiade Rio 2016 lalu.
     
    Indonesia juga memiliki nama-nama seperti Deni dan Triyatno di nomor 69 kilogram. Ada pula nama Sri Wahyuni di nomor 46 kilogram Putri.
     
    14. Wushu
    Di cabang Wushu, Indonesia masih mengandalkan Lindswell Kwok. Indonesia pun hanya menargetkan meraih satu emas di cabang ini. Lindswell merupakan peraih emas di tiga kejuaraan dunia wushu. Ia juga merupakan periah medali perak di Asian Games Incheon 2014. Saat itu ia kalah dari wakil Cina, Yu Mengmeng. 
     
    Motovasi Lindswell di Asian Games 2018 bertambah tinggi. Pasalnya, turnamen empat tahunan itu ia rencanakan menjadi turnamen terakhir yang akan ia ikuti. 
     
    EGI ADYATAMA 

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.