Minggu, 27 Mei 2018

Persiapan Asian Games 2018: Tiara Andini Raih Perunggu di Flipina

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet sepeda downhill Jawa Tengah, Nining Purwaningsih (kiri) dan Tiara Andini Prastika memamerkan medali mereka usai memenangkan Downhill Individual Woman Elite PON XIX di Cikole, Bandung, Jawa Barat, 20 September 2016. Jawa Tengah sukses menambah dua raihan medali berkat Nining yang memperoleh medali emas dan Tiara yang mendapatkan perak. TEMPO/Prima Mulia

    Atlet sepeda downhill Jawa Tengah, Nining Purwaningsih (kiri) dan Tiara Andini Prastika memamerkan medali mereka usai memenangkan Downhill Individual Woman Elite PON XIX di Cikole, Bandung, Jawa Barat, 20 September 2016. Jawa Tengah sukses menambah dua raihan medali berkat Nining yang memperoleh medali emas dan Tiara yang mendapatkan perak. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap downhill Indonesia yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018, Tiara Andini Prastika, merebut posisi tiga Kejuaraan Asia MTB 2018 di Danao, Cebu, Filipina, Sabtu. Ia membukukan catatan waktu tiga menit 51,700 detik untuk menempuh jarak 1.740 meter.

    Apa yang diraih oleh pembalap asal Semarang, Jawa Tengah, itu cukup luar biasa mengingat ia baru kembali setelah absen selama lima bulan. Pembalao itu baru pulih dari cedera telunjuk tangan kanan.

    "Saya tadi nekat saja. Jika dalam kondisi normal saya kira hasilnya tidak seperti ini. kondisi saya memang belum maksimal apalagi baru satu pekan saya full latihan," kata Tiara seusai balapan.

    Pembalap unggulan pertama Kejuaraan Asia Filipina ini memang memiliki peluang meraih hasil yang lebih baik karena memiliki peringkat UCI 14. Hanya saja cedera yang dialami sejak Februari ini belum bisa diajak kompromi di lintasan.

    Pada balapan yang disaksikan langsung oleh Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari, Tiara tampil apik melahap lintasan yang yang menuntut teknik cukup tunggi. Ia mengaku tampil sebaik mungkin mengingat kondisinya belum maksimal.

    "Di sini saya memang tidak memasang target. Saya hanya berusahan menikmati balapan setelah cukup lama vakum," kata pembalap berusia 22 tahun itu.

    Tiara pada kelas women elite ini harus mengakui keunggulan rivalnya asal Thailand, Vipavee Deekaballes. Pembalap peringkat UCI 21 itu membukukan catatan waktu tiga menit 38,300 detik. Posisi kedua direbut pebalap Thailand lainnya, Siraphatson Chatkamded dengan waktu tiga menit 46,360 detik.

    Jika Tiara mampu naik podium, kondisi berbeda dialami Nining Purwaningsih. Pebalap yang baru saja menjalani pelatnas di Melbourne, Australia harus tercecer di posisi sembilan karena terjatuh di pertengahan balapan.

    "Kecewa itu pasti. Tapi saya akan terus berusaha untuk kejuaraan berikutnya termasuk Asian Games 2018 nanti," kata Nining usai balapan.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.