Minggu, 27 Mei 2018

Pelatnas Tinju Asian Games 2018 di Ukraina, Kecepatan Meningkat

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Indonesia Kali Mario Blasius (kiri) saat berlaga test event Asian Games 2018 di JiExpo, Jakarta, 14 Februari 2018. ANTARA /Fanny Octavianus

    Petinju Indonesia Kali Mario Blasius (kiri) saat berlaga test event Asian Games 2018 di JiExpo, Jakarta, 14 Februari 2018. ANTARA /Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum genap sebulan menjalani latihan di Ukraina, enam petinju pelatnas Asian Games 2018 sudah banyak mengalami kemajuan. Hal ini terkait dengan adanya keterlibatan Prof Valentine Ostyanov dalam menyusun program latihan peningkatan speed dan power.

    "Keterlibatan Valentine Ostyanov sangat membantu. Masalah speed dan power yang dialami petinju Indonesia sudah teratasi," kata pelatih kepala tim tinju pelatnas Asian Games 2018, Adi Suwandana yang dihubungi melalui WhatsApp, Senin 6 Mei. 

    Lantas apa program latihan yang diberikan Ostyanov untuk meningkatkan speed dan power petinju? Adi Suwandana menjawab, "Fokus latihan kekuatan dan kecepatan otot tangan sesuai arahan Ostyanov itu yang membawa perubahan siginifikan."

    Baca: Asian Games 2018: Presiden Jokowi Tinjau Pelatnas Equestrian

    Meski terjadi kemajuan tersebut Adi yang didampingi Bonix Saweho menangani Mario Blasius Kalli dan kawan-kawan mengaku tetap tidak puas. Dia akan terus berusaha meningkatkan kualitas petinju yang menjalani latihan di Kherson, Ukraina. 

    "Kami akan berusaha meningkatkan kemampuan mereka sampai maksimal sesuai dengan kebutuhan di kelas masing-masing," kata Adi yang mengaku usai mengajak petinju berenang untuk recovery selesai latihan daya tahan kekuatan otot. 

    Pada pertandingan uji coba pertama pada Open Tournament di Kherson, 10-14 April 2018, Indonesia menampilkan seluruh petinju. Yakni, Mario Blasius Kalli (kelas 49kg), Aldoms Suguro (52kg), Sunan Agung Amoragam (56kg), Farrand Papendang (60kg), Libertus Gha (64kg), dan Sarohatua Lumbatobing (69kg). 

    "Di Open Tournament, kita kebagian 1 medali perak melalui Mario dan 2 perunggu dari Aldoms dan Farrand," katanya. 

    Demi meningkatkan prestasi dan mengasah kemampuan, kata Adi, tim tinju pelatnas Asian Games 2018 menjalani sparring partner dengan petinju Uzbekistan, Kazakstan, dan Maroko.

    DON


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.