Minggu, 27 Mei 2018

Anies Baswedan: Libur Siswa Tak Atasi Kemacetan Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur dan Wakil Gubernur Anies-Sandi bernyanyi bersama dengan murid-murid SD 04 Cawang, Jakarta, 18 Oktober 2017. Dalam Kunjugan Anies-Sandi melihat fasilitas di sekolah dan mengajak anak-anak sekolah untuk rajin membaca. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    Gubernur dan Wakil Gubernur Anies-Sandi bernyanyi bersama dengan murid-murid SD 04 Cawang, Jakarta, 18 Oktober 2017. Dalam Kunjugan Anies-Sandi melihat fasilitas di sekolah dan mengajak anak-anak sekolah untuk rajin membaca. Tempo/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan libur sekolah saat Asian Games 2018 tak terlalu efektif untuk menekan kemacetan. Ia pun menwarkan agar siswa tetap masuk sekolah namun dengan pengaturan tertentu.
     
    Anies mengatakan, dengan meliburkan anak sekolah, tak otomatis membuat volume kendaraan di jalanan berkurang. Justru sebaliknya bisa jadi jumlah kendaraan yang lalu lalang malah bertambah tinggi. 
     
    "Anak-anak di Jakarta saat tidak belajar di sekolah mereka tidak kemudian berada di rumah. Mereka justru bergerak dan pergerakannya justru tidak bisa kita kendalikan karena kita tidak mengetahui anak SMP dan SMA ke mana saja," kata Anirs saat ditemui di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.
     
    Ia memberi saran agar sekolah tetap dijalankan. Namun dengan perubahan jadwal masuk dan pulang bagi tiap sekolah. Dengan cara ini Anies yakin dapat lebih mengendalikan jumlah kendaraan yang ada di jalanan. 
     
    "Kita justru berkepentingan mengendalikan pergerakan 800 ribu lebih siswa di Jakarta dan yang mengantarnya dengan cara masuk kelas paling lambat jam 06.30 WIB. Jadi jam 06.30 WIB semua sekolah sudah mulai, kemudian paling lambat mereka keluar sekolah jam 14.00 WIB," kata Anies.
     
    Sebelumnya, libur sekolah dinilai efektif untuk mengurangi kemacetan saat Asian Games 2018. Kemacetan memang menjadi masalah yang belum dapat diselesaikan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) sebelum pesta olahraga dimulai. Apalagi Komite Olimpiade Asia (OCA) meminta waktu tempuh dari Wisma Atlet di Kemayoran menuju venue pertandingan di Gelora Bung Karno maksimal 34 menit.
     
    Jika diliburkan tiap siswa pun diharapkan bisa datang dan ikut menonton pertandingan Asian Games. Anies mengatakan pelibatan siswa di Asian Games pun masih tetap bisa dilakukan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menyediakan akomodasi bagi siswa sekolah yang mau menonton. 
     
    "Anak-anak sekolah juga nanti secara bertahap diundang untuk mengikuti Asian Games. Busnya nanti disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta," kata Anies. 
     
    Asian Games 2018 tinggal 95 hari lagi. Jakarta dan Palembang akan menjadi tuan rumah bagi 40 cabang olahraga selama 18 Agustus sampai 2 September 2018. Diperkirakan akan ada 15 ribu atlet dari seluruh Asia yang akan terlibat dalam turnamen multi event empat tahunan itu. 

     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.