Minggu, 27 Mei 2018

Relawan Asian Games 2018 Serukan Gerakan No Need to Worry

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan Asian Games 2018 yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas se-Jadebotabek menyerukan gerakan No Need to Worry, tak khawatir teror bom. (INASGOC)

    Relawan Asian Games 2018 yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas se-Jadebotabek menyerukan gerakan No Need to Worry, tak khawatir teror bom. (INASGOC)

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri dan Swasta di Jakarta, Bogor Tangerang, Bekasi yang bergabung menjadi volunteer Asian Para Games 2018 tak pernah takut dengan ancaman teror bom.

    Mereka yakin pihak kepolisian bakal secepatnya menuntaskan masalah yang bisa menganggu kestabilan keamanan negara dan pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games 2018.

    "Tidak usah khawatir soal teror bom. Biasa saja. No Need To Worry. Dan, kami yang akan menjadi volunteer saja tidak pernah takut dengan teror bom karena kami yakin pihak kepolisian bisa bekerja maksimal dan menuntaskan secepatnya," kata Ni Srina, anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang hadir pada acara Sosialisasi Volunteer kepada BEM dan Mahasiswa se-Jabotabek di Hotel Crowne Jakarta, Rabu 16 Mei.

    Ni Srina datang dengan dua rekannya Andre Febrian dan Marcel Parras menghadiri acara sosialisasi bersama ratusan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi se-Jabotabek.
    Teror bom yang terjadi di Surabaya, Sidoardjo itu, kata Ni Srina, adalah upaya memecah belah bangsa Indonesia.

    "Teror bom itu muncul untuk memecah belah bangsa Indonesia. Tenang saja masih banyak orang baik di Indonesia dan kami yakin Asian Games dsn Asian Para Games 2018 bisa terselenggara dengan baik," katanya.

    "Kami juga tidak pernah takut dengan teror bom. Marilah kita bersama-sama menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Dan, kami juga yakin penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018 bisa terlaksana dengan baik," timpal M Firdaus Adzani, BEM Uhamka Jakarta.

    "Jangan pernah khawatir dengan teror bom. Pihak kepolisian pasti bisa mengatasi secepatnya," tambah Elli, anggota BEM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, Banten.

    Perasaan tidak takut dengan teror bom yang dilontarkan mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi volunteer diapresiasi KBP Drs Unggul Sedyantoro, Msi yang menjabat Associate Deputi IV Panitia Asian Games (INASGOC).

    "Saya apresiasi ucapan "No Need Too Worry" yang dilontarkan mahasiswa-mahasiswi yang menjadi volunteer. Sesuai arahan Kapolri, INASGOC dan INAPGOC harus terus bekerja dalam rangka mensukseskan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Jangan sampai terganggu dengan adanya teror bom. Serahkan semuanya kepada pihak kepolsian dan yakinlah masalah teror bom secepatnya bisa diatasi" tegas Unggul yang menyebut tugas pokok Associate Deputi IV INASGOC menangani Games Security dan Traffic Management di Asian Games 2018.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.