Jumat, 20 Juli 2018

Wapres JK: Asian Games 2018 Masih Butuh Banyak Sponsor

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjajal sepeda BMX saat meninjau arena Asian Games 2018 cabang olahraga BMX di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat, 29 Juni 2018. JK terlihat kagok saat menaiki sepeda BMX yang berukuran rendah. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    Aksi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjajal sepeda BMX saat meninjau arena Asian Games 2018 cabang olahraga BMX di Pulomas, Jakarta Timur, Jumat, 29 Juni 2018. JK terlihat kagok saat menaiki sepeda BMX yang berukuran rendah. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penyelenggaraan Asian Games 2018 membutuhkan banyak sponsor. Pemerintah tak bisa bekerja sendiri mengandalkan APBN.

    Wapres JK mengajak berbagai perusahaan untuk ikut terlibat mendukung acara olahraga ini. Dukungan yang diberikan, kata dia, akan mendapat timbal balik yang besar pula.

    "Nanti juga perusahaan sponsor itu menjadi terkenal dan dilihat oleh empat miliar orang di Asian Games ini. Sehingga apa yang anda sumbangkan itu bukan hanya dipakai INASGOC, tapi akan mendapat dukungan dari penonton seluruh dunia, khususnya Asia," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018.

    JK mengatakan sponsor Asian Games yang sudah membantu hingga saat ini sangat membantu memperkecil beban pemerintah. Biaya gelaran akbar ini awalnya mencapai Rp 8 triliun. Pemerintah mencoba menekan hingga angkanya hanya Rp 5 triliun. Dengan bantuan sponsor, anggaran Asian Games kini mencapai Rp 6 triliun.

    Ketua INASGOC Erick Thohir mengatakan saat ini sudah ada 43 mitra sponsor sejak persiapan acara ini. Bantuan yang diterima tak hanya dana tunai tapi juga non tunai atau 'value in kind' (VIK). Bentuk sponsor VIK yang kini nilainya mencapai Rp 869 miliar itu antara lain penyediaan jaringan WiFi, tiket bis Transjakarta dan asuransi.

    Hari ini, INASGOC kembali mendapat bantuan dari 22 perusahaan swasta dan BUMN. Dengan bergabungnya mereka, total sponsor yang terkumpul sudah mencapai Rp 780 miliar. "Jumlahnya 160 persen melebihi target kami," kata Erick. Awalnya dia hanya menargetkan sponsor sebesar Rp 300 miliar.

    Dari 22 mitra sponsor yang hari ini meneken perjanjian, tiga di antaranya merupakan sponsor resmi. Mereka adalah Mastercard, Tanoto Foundation, dan Aice.

    Sponsor lain berperan sebagai mitra pendukung. Mereka adalah PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, Bank Tabungan Negara, Perusahaan Gas Negara, Asuransi Jiwasraya, PT Transportasi Jakarta, Martha Tilaar, PT Coca Cola Distribution Indonesia dan Combiphar.

    Jusuf Kalla mengapresiasi kemauan para sponsor mendukung acara Asian Games. "Saya ingin menyampaikan terima kasih karena tanpa kalian semua Asian Games ini tidak akan berjalan lancar, mengingat ini pertarungan prestasi dan prestige," katanya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.