Selasa, 18 September 2018

Para Jagoan Renang Dunia Ini Akan Bersaing di Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet renang Cina, Sun Yang. (swimswam.com)

    Atlet renang Cina, Sun Yang. (swimswam.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Cabang renang Asian Games 2018 akan menyajikan persaingan menarik. Dari cabang yang memiliki banyak nomor kategori ini, terdapat beberapa negara yang diperkuat oleh para atlet yang sudah mampu berbicara di kejuaraan dunia dan Olimpiade. Para atlet itu antara lain berasal diri Cina, Jepang, Kazakhstan, dan Singapura.

    Cina memperoleh prestasi yang membanggakan pada ajang Olimpiade Rio tahun 2016 lalu. Dengan mengumpulkan 70 medali, negeri tirai bambu itu berhasil finih di peringkat ketiga. Dari seluruh medali yang diperoleh, 6 di antaranya berasal dari cabang renang. Salah satu pemain yang performanya cukup signifikan adalah Sun Yang.

    Sun merupakan perenang Cina pertama yang berhasil mendapatkan medali emas dalam Olimpiade tahun 2012. Selain itu, pria kelahiran 1991 itu juga memegang rekor sebagai perenang putra pertama dalam sejarah yang mendapatkan emas di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia pada setiap nomor gaya bebas, dari 200 meter hingga 1500 meter.

    Baca: Asian Games 2018: Joseph Schooling, Kekuatan Baru Renang Asia

    Pada Asian Games 2014 di Incheon, Sun hampir mendapatkan setiap medali untuk gaya bebas. Di nomor 400 meter dan 1500 meter ia sukses meraih emas, namun di nomor 200 meter ia mendapat perak karena finis di posisi kedua. Hanya di nomor 800 meter ia gagal mendapat medali untuk melibas habis medali gaya bebas.

    Bintang kolam renang lain yang akan menaik perhatian di Asian Games 2018 adalah Kosuke Hagino, asal Jepang. Beda dengan Sun yang luar biasa di kategori gaya bebas, Hagino bisa dibilang mempunyai spesialisasi di kategori individual medley. Hagino merupakan pemegang rekor Asia untuk 100, 200, dan 400 meter individual medley.

    Pada Olimpiade Rio 2016, perenang dengan tinggi badan 176 cm itu sukses meraih dua gelar di nomor yang ia kuasai, individual medley. Masing-masing emas untuk nomor 400 meter, dan perak untuk nomor 200 meter.

    Baca: Renang Asian Games 2018, Sulit Saingi Cina, Jepang, dan Singapura

    Selain dua negara di atas, negara Asia lainnya yang mempunyai atlet kelas dunia di cabang renang ini. Kazakhstan antara lain punya atlet bernama Dmitriy Balandin, sedangkan Singapura menggebrak bersama atlet muda Joseph Schooling. Pada Olimpiade Rio 2016 lalu, masing-masing atlet tersebut menyumbangkan satu-satunya emas untuk negaranya di cabang renang.

    Dmitriy berhasil meraih emas pada nomor 200 meter gaya dada di Olimpiade Rio 2016, setelah sebelumnya memboyong medali emas pada nomor 100 dan 200 meter di Asian Games 2014. Sementara itu, Schooling, berhasil mencetak sejarah dengan meraih emas pertama Singapura sepanjang sejarah Olimpiade usai mengalahkan juara dunia asal Amerika Serikat, Michael Phelps pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu di Olimpiade Rio 2016.

    Berikut daftar nama atlet dari negara Asia peraih medali di Olimpiade Rio 2016:

    Cina :
    Sun Yang – Emas 200m gaya bebas putra
    Sun Yang – Perak 400m gaya bebas putra
    Xu Jiayu – Perak 100m gaya punggung putra
    Wang Shun – Perunggu 200m individual medley putra
    Shi Jinglin – Perunggu 200m gaya dada putri
     Fu Yuanhui – Perunggu 100m gaya punggung putri.

     
    Jepang:
    Kosuke Hagino – Emas 400m individual medley putra
    Kosuke Hagino – Perak 200m individual medley putra
    Masato Sakai – Perak 200m gaya kupu-kupu putra
    Daiya Seto – Perunggu 400m individual medley putra
    Rie Kaneto – Emas 200m gaya dada putri
    Natsumi Hoshi – Perunggu 200m gaya kupu-kupu putri.

    Kazakhstan:
    Dmitriy Balandin – Emas 200m gaya punggung putra

    Singapura:
    Joseph Schooling – Emas 100m gaya kupu-kupu.

    BBC | GUARDIAN | EDO JUVANO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.