Jumat, 20 Juli 2018

Persaingan Negara-Negara Asia Tenggara di Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi dinding yang dihiasi mural bertema Asian Games di perkampungan Pucang Sawit, Surakarta, Jawa Tengah, 29 Mei 2018. Seniman setempat juga menggambar mural beberapa atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia. Foto: Bram Selo Agung

    Warga melintasi dinding yang dihiasi mural bertema Asian Games di perkampungan Pucang Sawit, Surakarta, Jawa Tengah, 29 Mei 2018. Seniman setempat juga menggambar mural beberapa atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia. Foto: Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Asia Tenggara, sebagai bagian dari benua Asia punya kekuatan yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara dari belahan Asia lainnya di bidang olahraga. Sebut saja Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

    Thailand saat ini boleh saja disebut sebagai salah satu raksasa Asia Tenggara. Bukan tanpa alasan, Thailand selalu berada di peringkat tiga besar sejak SEA Games masih bernama Southeast Asian Peninsular Games 1959, hingga berubah menjadi Southeast Asian Games yang terakhir tahun 2017. Dari 29 kali pergelaran SEA Games, Thailand sudah menjuarai 13 diantaranya.

    Pada kompetisi yang lebih tinggi yakni Asian Games, Thailand pernah dua kali menempati posisi terbaiknya yakni posisi ketiga di tahun 1966 dan 1970.

    Keduanya diraih saat mereka menjadi tuan rumah. Edisi terakhir Asian Games di Incheon, mereka hanya selesai di peringkat ke-6, namun cukup untuk menjadi yang terdepan diantara negara-negara Asia Tenggara lainnya.

    Di klasemen akhir Asian Games 2014 lalu, jauh berada di bawah Thailand terdapat Malaysia dan Singapura dengan masing-masing menempati posisi ke-14 dan ke-15.

    Jumlah medali keduanya hampir sama, hanya terdapat perbedaan di 8 medali perak yang lebih banyak dimiliki Malaysia.

    Malaysia belakangan ini juga tampil cukup impresif di kejuaraan olahraga internasional. Berlaku sebagai tuan rumah di SEA Games 2017 lalu, Harimau Malaya mampu keluar sebagai juara dengan 145 emas, 90 perak, dan 86 perunggu.

    Jumlah yang banyak mengingat pesaing terdekatnya, Thailand, hanya mengumpulkan 71 emas, 84 perak, dan 88 perunggu.

    Selanjutnya ada Singapura yang tengah mempunyai perkembangan bagus di cabang olahraga air seperti renang dan berlayar.

    Pada Asian Games 2014 lalu, 4 dari 5 medali emas mereka diperoleh dari tiga cabang berlayar, dan satu cabang renang yang dimenangkan oleh atlet muda unggulan mereka, Joseph Schooling.

    Tiga tahun setelahnya, Singapura seakan ‘menggila’ saat atlet renang mereka meraih 19 emas di SEA Games 2017.

    Total mereka meraih 35 emas hanya dari renang, dengan rincian 19 emas, 6 perak, dan 10 perunggu.

    Indonesia sendiri masih bisa dibilang sebagai salah satu negara yang kuat di cabang olahraga bulu tangkis. Hal ini terbukti dengan perolehan 4 medali pada Asian Games  2014 dan 6 medali pada SEA Games 2017.

    Selain itu, Indonesia juga mendapatkan satu-satunya emas di ajang Olimpiade Rio 2016 dari cabang olahraga bulu tangkis yang diraih oleh pasangan ganda campuran, Tantowi Ahmad dan Lilyana Natsir.

    Asian Games 2018 akan dilaksanakan di dua tempat yakni Jakarta dan Palembang. Indonesia sendiri telah menetapkan target untuk menembus 10 besar di Asian Games tahun ini. Salah satu cabang yang menjadi andalannya adalah bulu tangkis.

    EDO JUVANO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.