Jumat, 16 November 2018

Harapan Sania Mirza, Permata Tenis India, untuk Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sania Mirza. AP/Frank Franklin II

    Sania Mirza. AP/Frank Franklin II

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang tenis India, Sania Mirza, tengah berpacu untuk memulihkan diri dari cedera agar bisa tampil di Asian Games 2018. Ia pun berharap bisa kembali menambah koleksi medalinya di pesta olahraga Asia itu.

    Sejauh ini Mirza telah mengoleksi tujuh medali, dua di antaranya emas di nomor ganda campuran pada tahun 2006 di Doha dan yang terakhir tahun 2014 lalu di Incheon. Ia yang dianggap sebagai petenis putri terbaik di India ini telah meraih setidaknya satu medali di setiap pertemuan Asian Games sejak 2006. 

    Namun, petenis yang kini menginjak usia 31 tahun itu telah absen sejak Oktober 2017 lalu karena cedera lutut. Hal itu berdampak pada merosotnya peringkat dunia Mirza dari nomor satu dunia (ganda putri), hingga sekarang berada di posisi 14 dunia. Ia merupakan petenis putri pertama India yang pernah bertengger di posisi satu dunia.

    Mirza mengatakan dia berharap bisa kembali berkompetisi mulai Agustus ini. "Saya berharap bisa kembali dalam beberapa bulan," katanya dalam sebuah wawancara di New Delhi pada Februari lalu. “Saya selalu kembali dengan medali. Jadi jika saya pergi, maka semoga saya akan kembali dengan (medali) satu lagi." 

    Mirza membuat loncatan pada tahun 2005 sebagai petenis India pertama yang memenangkan gelar tunggal WTA. Dia mencapai putaran keempat Amerika Serikat Open pada tahun yang sama, dan pada tahun 2007 ia masuk ke dalam daftar salah satu dari 30 petenis putri terbaik di dunia.

    Tapi cedera pergelangan tangan mengakhiri impiannya di nomor tunggal putri. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengalihkan energinya ke nomor ganda, di mana kerjasamanya dengan petenis Swiss, Martina Hingis memberi mereka tiga gelar Grand Slam. Namun tak lama setelah itu, mereka berpisah, tepatnya pada tahun 2016.

    Penampilan Asian Games terakhirnya di Incheon, Korea Selatan pada tahun 2014 menghasilkan emas dalam ganda campuran dan perunggu di ganda putri. Ia diprediksi akan menjadi ancaman untuk para petenis lainnya di Asia Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta-Palembang, mulai 18 Agustus 2018.

    AFP |ARAB NEWS | EDO JUVANO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.