Selasa, 11 Desember 2018

Asian Games 2018 Kian Dekat, Atletik Kurangi Intensitas Latihan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatnas atletik Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pelatnas atletik Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Atletik Indonesia menurunkan intensitas latihan para atletnya, hampir sebulan sebelum Asian Games 2018 dimulai. Hal ini ditujukan untuk memastikan para atlet berada dalam kondisi fit ketika hari pertandingan. 
     
    "Sekarang intensitas latihan sudah menurun jauh, tak lagi seberat sebelumnya secara fisik. Jadi sekarang lebih banyak terlihat perbaikan teknik-teknik," kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung saat dihubungi Tempo, Senin, 16 Juli 2018.
     
    Para atlet pun sudah tak dikirimkan ke kejuaraan-kejuaraan internasional. Mereka berlatih di beberapa lokasi terpisah di seluruh Indonesia. Mulai dari di Rawamangun Jakarta, Pangalengan Bandung, Yogyakarta, hingga Bali. Hanya atlet Lompat Galah junior Idan Fauzan yang akan dikirim ke Kejuaraan ASEAN School pada pekan depan.
     
    "Mungkin akhir bulan ini semua atlet akan berkumpul di Jakarta. Supaya lebih mempermudah koordinasi saja mereka dikumpulkan," kata Tigor.
     
    Tigor menegaskan tak ada kendala dalam persiapan para atlet hingga saat ini. Seluruh program berjalan lancar dan telah dilaksanakan. "Persiapan sudah hampir habis persiapan. Soalnya kan program disiapkan agar prestasi puncaknya (peak performance) muncul saat Asian Games," kata dia.
     
    Pelatnas Atletik Indonesia telah dikirim ke beberapa kejuaraan dunia dalam beberapa bulan terakhir. Ini merupakan bagian dari try out untuk Asian Games yang digelar pada Agustus 2018 mendatang. Beberapa atlet seperti sprinter muda Lalu Muhammad Zohri, berhasil menunjukkan prestasi gemilang dengan meraih emas di nomor 100 meter putra di Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Finlandia.
     
    EGI ADYATAMA 

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.