Selasa, 18 Desember 2018

Gaya Rambut Hanifan dan Optimisme Medali Emas Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesilat perguruan Tadjimalela, Hanifan Yudani Kusumah. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    Pesilat perguruan Tadjimalela, Hanifan Yudani Kusumah. TEMPO/BRAM SETIAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Hanifan Yudani Kusumah, atlet pencak silat kelas C putera Asian Games 2018 punya cara unik untuk meningkatkan rasa percaya diri. Ia selalu mengecat rambutnya.

    "Suka karena gaya keren, dan pengen beda dari yang lain," katanya saat ditemui Tempo usai latihan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Baca: Singapura Kirim Kontingen Terbesar di Asian Games 2018

    Saat ini ia mengecat warna rambutnya kuning keemasan. Ia juga menyukai model gaya rambut mohawk dan undercut. "Saya tidak meniru siapa-siapa," ujarnya. Menurut dia, warna rambut kuning keemasan dimaknai sebagai prestasi gemilang.

    "Menandakan saya sudah yakin siapa pun lawannya," katanya. Ihwal tersebut yang membuat dirinya ingin memiliki gaya yang tak biasa dari atlet silat yang lain.

    "Menurut saya gaya sangat penting untuk kenyamanan bertanding," tuturnya. Kegemaran mewarnai rambut sudah ia lakukan saat masih menjadi pesilat junior.

    Baca: JK Minta Ojek Online Urungkan Niat Demo Saat Asian Games 2018

    Hanifan adalah pesilat dari perguruan Tadjimalela. Ia atlet silat yang kini berusia 20 tahun. Pria kelahiran Bandung, 25 Oktober 1997 itu sudah mengoleksi enam medali emas dari ajang internasional. Adapun di Belgia Open, ia mendapatkan dua medali emas.

    Sedangkan di Malaysia Open, tiga medali emas dia raih sebelum terjun di Asian Games 2018. Kemudian Kejuaraan Pencak Silat for The World: The 17th World Championship and Festival di Bali pada 2016, ia mendapatkan satu medali emas.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.