Selasa, 11 Desember 2018

Asian Games: Mariska Halinda, Tingkatkan Motivasi di Depan Cermin

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mariska Halinda atlet taekwondo kategori kyorugi, kelas 53 kilogram putri yang akan bertanding dalam Asian Games 2018. Tempo/Bram Setiawan

    Mariska Halinda atlet taekwondo kategori kyorugi, kelas 53 kilogram putri yang akan bertanding dalam Asian Games 2018. Tempo/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mariska Halinda, atlet taekwondo Indonesia, sedang fokus menyempurnakan taktik dan teknik menjelang pembukaan Asian Games 2018. Ia punya cara untuk meningkatkan semangat. "Kalau penat saya ke kamar mandi sambil mengaca, ngomong sendiri meyakinkan diri saya bisa," katanya saat ditemui Tempo di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

    Baca: Ketua MPR Arak Obor Asian Games 2018 di Lampung

    Mariska adalah atlet taekwondo kategori kyorugi alias tarung. Ia atlet untuk kelas 53 kilogram putri. Perempuan kelahiran Bandar Jaya, Lampung, 28 Maret 1994, itu pernah mendapatkan dua medali emas dalam ajang SEA Games pada 2015 dan 2017.

    Baca: Asian Games 2018: Korea Selatan Incar 9 Emas dari Taekwondo

    "Saya pribadi (Asian Games) ingin mendapatkan (medali) emas. Saya percaya," ujarnya. Ia menganggap atlet taekwondo Korea Selatan sebagai lawan yang tangguh. Namun, ihwal tersebut yang membuat semangat dan motivasinya terus tumbuh.

    Baca: Andalan Jetski, Aero Aswar Gembleng Mental dengan Taekwondo

    Selain latihan, ia juga sangat menjaga pola makannya. Mariska sudah mengurangi makan kuliner kesukaannya, rendang. "Waktu Lebaran makan rendang tapi dibatasi untuk menjaga berat badan," tuturnya. Mariska terkadang mengisi waktu luang saat libur latihan menonton bioskop bersama teman-temannya.

    Baca: Target 10 Besar Asian Games 2018: Ini Hitung-hitungan Medalinya

    Pelatih taekwondo kategori kyorugi tim Indonesia, Taufik Krisna, mengatakan saat ini tahapan latihan fokus untuk individu. "Saya yakin mereka (atlet) akan memberi kejutan, karena motivasi target bertanding enggak mungkin untuk kalah," katanya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.