Asian Games 2018: Hadapi Laos, Ini yang Harus Timnas U-23 Lakukan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla (kiri) dan pelatih Timnas Myanmar Gerd Zeise menyampaikan keterangan pers di Sentul, Bogor, 20 Maret 2017. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla (kiri) dan pelatih Timnas Myanmar Gerd Zeise menyampaikan keterangan pers di Sentul, Bogor, 20 Maret 2017. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pelatih timnas Myanmar, Gerd Zeise sedang berada di Indonesia untuk melihat pertandingan sepak bola Asian Games 2018, sekaligus memantau bibit pesepak bola yang muncul dari sana.

    Zeise yang sukses membawa Myanmar mengalahkan timnas U-19 Indonesia dalam persaingan menuju Piala Dunia U-20 tahun 2015 sengaja menonton pertandingan timnas U-23 Indonesia saat dikalahkan Palestina 1-2 pada Selasa 15 Agustus.

    Baca: Jadwal Timnas U-23 dan Klasemen Setelah Ditekuk Palestina

    “Timnas Indonesia tidak jelek, mereka bagus dan punya determinasi tinggi dalam permainan. Namun saya melihat masih ada kekurangan, sehingga bisa dikalahkan Palestina yang menurut saya bagus dalam menyerang tetapi jelek saat bertahan,” ujar pria asal Jerman berusia 65 tahun itu di Jakarta, Rabu 16 Agustus.

    Lantas Zeise memberikan pandangannya soal pertandingan yang akan dijalani timnas U-23 kontra Laos di Stadion Patriot, Bekasi pada Kamis 17 Agustus.

    “Saya tidak bermaksud menggurui pelatih Luis Milla. Dia pasti lebih paham soal tim Indonesia sekarang. Saya hanya memberikan pandangan seperti yang Anda minta,” kata Zeise lagi.

    Baca: HUT RI: Lawan Laos, Timnas U-23 Janji Beri Kado Kemerdekaan

    Berikut beberapa pandangan Gerd Zeise berkaitan dengan laga timnas U-23 Indonesia vs Laos di grup A cabang sepakbola Asian Games 2018, Kamis 17 Agustus.

    1. “Evan Dimas sebaliknya diturunkan karena menurut saya dia mampu mengatur ritme permainan. Evan tahu kapan tempo permainan harus diturunkan dan kapan harus dinaikkan. Dia juga memiliki ketenangan.”

    2. “Kekurangan Indonesia menurut saya adalah soal menghadang lawan saat diserang. Indonesia baru menekan lawan setelah serangan mendekati jarak sekitar 30 meter dari gawang. Bagi saya, lebih baik jika menahan lawan dilakukan saat bola memasuki setengah lapangan.”

    3. “Umpan-umpang panjang harus lebih akurat. Dari yang saya lihat dalam pertandingan melawan Palestina, umpan-umpan panjang Indonesia lebih sering tidak tepat sasaran.”

    4. “Saya menangani timnas Myanmar selama 7,5 tahun, mulai U-19 hingga senior. Myanmar sering menghadapi Laos, sehingga saya hafal. Laos bukan tim yang jelek, namun fisik mereka kurang bagus. Biasanya dalam 20 menit terakhir kemampuan fisik mereka menurun, dan itu harus dimanfaatkan dengan maksimal.”

    5. “Indonesia harus memenangi pertandingan jika ingin langkah lolos dari grup A lebih ringan. Palestina dan Hong Kong memiliki keuntungan lebih baik, karena mereka sudah mengoleksi nilai 7 dan 6 sementara Indonesia baru 3. Tidak ada pilihan lain.”

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.