Panahan AG 2018: Riau Ega Gagal Susul Diananda ke Final

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panahan Indonesia, Riau Ega Agata. ANTARA/Hafidz Mubarak

    Atlet panahan Indonesia, Riau Ega Agata. ANTARA/Hafidz Mubarak

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet panahan putra Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila, gagal melaju ke final nomor recurve tunggal putra Asian Games 2018. Ia pun hanya berhak berebut medali perunggu pada pertandingan yang akan berlangsung Senin mendatang, 27 Agustus 2018.

    Berlaga sejak babak 32 besar di Lapangan Panahan Senayan Jakarta, Kamis, 23 Agustus, Riau Ega awalnya tampil bagus dan terus menang meyakinkan atas lawan-lawannya. Sayang kecemerlangannya itu terhenti di babak semifinal, saat dia berhadapan dengan pemanah Korea Selatan, Kim Woojin.

    Baca: AG 2018: Diananda Choirunisa ke Final, Panahan Perpeluang Emas

    Sosok lawan ini tak asing bagi Ega karena pernah dia kalahkan di babak perdelapan final Olimpiade 2016. Saat itu keberhasilan Ega jadi sorotan dunia, karena Kim berstatus juara dunia.

    Pada semifinal AG 2018 ini, Kim mampu membalas kekalahan dua tahun lalu. Dalam pertandingan di kompleks GBK, atlet itu tampil konsisten dan sering kali meraih poin tertinggi (10).

    Kim memenangi dua set awal. Ega tampil sempurna di set ketiga dan merebut tiga poin 10. Namun, dalam set keempat ia harus kembali melihat Kim menemukan kembali konsistensinya. Tanpa memainkan set kelima, Riau Ega kalah 2-6.

    Baca: Dellie Threesyadinda, Filosofi Panahan, dan Emas Asian Games 2018

    Pada perebutan medali perunggu, 27 Agustus mendatang, Riau Ega akan menghadapi atlet Kazakhstan, Andullin Ilfat.

    Di bagian putri, atlet putri Indonesia, Diananda Choirunisa meraih hasil lebih baik di nomor yang sama. Ia lolos ke final AG 2018 akan berebut medali emas dengan pemain Cina, Zhang Xinyan, pada 27 Agustus mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.