Penutupan Asian Games Dijanjikan Sama Bagusnya dengan Pembukaan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kostum garuda di pembukaan Asian Games 2018. INASGOC/Jefri Tarigan

    Kostum garuda di pembukaan Asian Games 2018. INASGOC/Jefri Tarigan

    TEMPO.CO, Jakarta – Panitia Asian Games ke-18 2018 di Indonesia atau Inasgoc berani menjamin jika acara penutupan tidak akan kalah dengan upacara pembukaan pesta olahraga multicabang Asia empat tahunan tersebut.

    Baca: Evaluasi Inasgoc, Tiket Festival Asian Games 2018 Turun Harga

    “Kalau ditanya mana yang lebih bagus (acara pembukaan atau penutupan Asian Game 2018), saya yakin sama bagus dengan konsep yang berbeda,” kata Director of Ceremony Inasgoc, Herty Purba, kepada awak media di ruang konferensi pers Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018. 

    Baca: Klaim Asian Games 2018 Lancar, JK: Keluhan Hanya Tiket

    Herty tak ingin memberikan bocoran terlalu banyak terkait bagaimana gambaran acara penutupan nanti. Ia memastikan tetap menjaga sejumlah rahasia agar tetap menjadi kejutan saat pelaksanaan penutupan Asian Games 2018 pada 2 September mendatang.

    “Atletik selesai tanggal 30 ya, kita punya waktu dua malam. Jadi kita akan lebih simple, tanpa mengurangi kespektakulerannya. Di sini kita lebih selebrasi. Lepas stress, kepenatan, bersatu, dan persahabatan masyarakat Asia,” ungkap Herty.

    Namun, kendati Stadion Utama Gelora Bung Karno digunakan cabang olahraga atletik hingga 30 Agustus, hal itu diyakini tidak akan mengganggu persiapan yang terus berjalan di lokasi berbeda untuk upacara penutupan.

    Hal itu agar bisa memberikan yang terbaik untuk seluruh penonton dari penjuru Asia, bahkan dunia. “Masyarakat Asia bisa menikmati event ini. Nanti para atlet juga akan jadi bagian dari show ini,” kata Herty.

    Herty juga memastikan tetap akan ada penampilan tarian kolosal. Bocoran lainnya, para atlet nanti tidak akan dipisah berdasarkan negara asal, sebagai wujud persatuan masyarakat Asia. Para atlet nanti akan dibagi sesuai dengan cabang olahraga masing-masing.

    “Meski mereka (atlet) bersaing, tapi di luar itu mereka tetap bisa bersatu, bercengkerama bersama,” ungkap Herty.

    Sedangkan untuk siapa saja yang akan tampil pada saat penutupan nanti, Herty menjamin akan hadir artis yang akan memukau penonton.

    “Artis-artisnya top banget, berapa hari menjelang acara akan dimunculkan. Ada artis luar (negeri), yang pasti artis top ya, masih rahasia,” kata dia.

    Saat ditanya awak media tentang apakah ada kejutan penampilan Presiden Joko Widodo saat acara penutupan, Herty tak bisa memastikan hal tersebut karena ia belum tahu pasti siapa yang akan hadir nantinya. “Yang ini saya belum tahu, apakah itu Pak Presiden atau Pak Wapres yang datang nanti itu kita belum tahu,” kata dia.

    Adapun Desainer Kostum Upacara Pembukaan, Dynand Fariz, mengatakan siap kembali memberi kejutan. Pada saat pembukaan, ia menampilkan kostum dengan tampilan lambang garuda. “Bocoran ini, ciri khas JFC (Jember Festival Carnaval) belum hadir. Saksikan saja, dunia akan lihat itu,” kata Dynand Fariz.

    Baca: Tak Harus Antre, Tiket Asian Games Bisa Dibeli di Tiga Vendor Ini

    Total anggaran untuk acara pembukaan dan penutupan ialah US$ 32 juta atau sekitar Rp 468 miliar. “Closing and opening ceremony, 32 milion dollar. Enggak bisa dipisahin (biaya pembukaan dan penutupan) karena memang sudah seperti itu,” kata Herty.

    SAPRI MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.