Selasa, 18 September 2018

Jadwal Asian Games 2018 Rabu Hari Ini: Pencak Silat Panen Lagi?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pesilat Indonesia, Sarah Tria Monita (kanan), menahan tendangan lawannya, pesilat Laos, Nong Oy Vongphakdy, di kelas C putri 55-60 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. Sarah mengalahkan Nong Oy dan berhasil menambah perolehan emas Indonesia. TEMPO/Subekti

    Aksi pesilat Indonesia, Sarah Tria Monita (kanan), menahan tendangan lawannya, pesilat Laos, Nong Oy Vongphakdy, di kelas C putri 55-60 kg Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. Sarah mengalahkan Nong Oy dan berhasil menambah perolehan emas Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari ke-11 Asian Games 2018, Rabu, 29 Agustus, sebanyak 35 medali emas akan diperebutkan dari 10 cabang olahraga. Indonesia berpeluang menambah emas dari pecak silat, juga diharapkan kejutan dari judo dan skateboard.

    Baca: Asian Games 2018: Indonesia Sapu Bersih 8 Emas Pencak Silat

    Hingga kini Indonesia sudah mengoleksi 24 medali emas, 19 perak dan 29 perunggu. Jalan menuju pencapaian 30 keping emas sekaligus mencatatkan sejarah baru masih terbuka lebar.

    Peluang terbesar Indonesia untuk menambah emas datang dari cabang pencak silat yang menyediakan delapan medali emas. Indonesia meloloskan wakil di enam nomor.

    Para pesilat Indonesia yang akan berlaga antara lain Sugianto di kelas seni kategori tunggal putra, Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti bersaing di nomor ganda, serta regu putri.

    Baca: Pencak Silat: Komang Raih Emas, Pesilat Malaysia Ngamuk

    Selain itu ada Pipiet Kamelia berhadapan dengan pesilat Vietnam Thi Cam Nhi Nguyen (kelas D putri 60 kg-65 kg), Hanifan Yudani Kusumah berhadapan dengan pesilat Vietnam Thai Linh Nguyen (kelas C putra 55 kg-60 kg), dan Wewey Wita berhadapan dengan pesilat Vietnam Thi Them Tran (kelas B putri 50kg-55kg)

    Sebelumnya, pada Senin lalu, para pesilat Indonesia telah menyapu bersih delapan medali emas. Jumlah itu jauh melebihi target dua emas yang dibebankan kepada cabang olahraga asli dari Indonesia itu. Bahkan, pencak silat masih sangat berpeluang menambah pundi-pundi emas.

    "Kita tidak ingin jumawa, namun pesan dari negara untuk merebut emas sebanyak-banyaknya. Kita akan berusaha untuk itu," kata Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Edhy Prabowo.

    Baca: AG 2018: Sarah dan Iqbal, Suami Istri Peyumbang Emas Pencak Silat

    Seperti sebelumnya, pesilat Malaysia dan Vietnam tetap menjadi saingan terberat wakil Indonesia dalam perebutan medali emas. Khusus di nomor tanding, tiga pesilat tuan rumah yang berlaga di final, semuanya berhadapan dengan pesilat Vietnam.

    Bagaimana peluang dari cabang olahraga lain? Para wakil Indonesia agaknya masih harus berjuang ekstra keras untuk mengejar perolehan medali, kendati harapan meraih emas cukup terbuka dari skateboard.

    Baca: Asian Games 2018: PB IPSI Bantah Indonesia Curang

    Untuk cabang olahraga yang baru dilombakan di Asian Games ini, dua skateboarder tuan rumah lolos ke final nomor taman (park), serta seorang lainnya memuncaki klasemen babak kualifikasi di nomor jalan (street) atas nama Sanggoe Dharma Tanjung. "Kami sudah mempredikasi Sanggoe dapat nilai tinggi dan berpeluang meraih emas, tinggal menjaga mentalnya agar bisa tampil bagus di final," kata pelatih skateboard Indonesia Ardy Polli.

    Selain Sanggoe Dharma, Indonesia juga meloloskan Aldwin Angkawidjaja di babak final, tetapi dia hanya menempati urutan ketujuh pada babak kualifikasi. Sedangkan di nomor taman, Jason Dennis Linjzaat dan Pevi Permana Putra yang menduduki peringkat kedua dan ketiga babak kualifikasi di bawah atlet Jepang Kensuke Sasaoka, akan menjadi tumpuan untuk menambah medali.

    Sementara cabang olahraga Asian Games lain hari juga akan memperebutkan emas, yakni paralayang (2), judo (4), loncat indah (2), dan soft tenis (2). Kesempatan Indonesia di cabang itu cukup berat, meski kejutan bisa terjadi.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.