Selasa, 13 November 2018

Jadwal Asian Games 2018 Kamis Ini: Indonesia Sulit Emas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (kiri), beraksi dalam babak semifinal lari 100 meter putra atletik Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2018. Zohri merupakan sprinter muda yang baru menjuarai kejuaraan dunia di Finlandia. TEMPO/Subekti

    Sprinter muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (kiri), beraksi dalam babak semifinal lari 100 meter putra atletik Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2018. Zohri merupakan sprinter muda yang baru menjuarai kejuaraan dunia di Finlandia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhelatan hari ke-12 Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, Kamis, 30 Agustus 2018, aka memperebutkan sebanyak 34 medali emas dari 11 cabang olahraga. Peluang Indonesia untuk meraihnya cukup berat.

    Cabang olahraga yang menyajikan meas hari ini meliputi atletik menyediakan 10 keping emas, balap sepeda track (tiga), berkuda (satu), bola tangan (satu), judo (lima), kano/kayak (enam), kurash (dua), soft tenis (satu), tenis meja (satu), loncat indah (dua), dan senam trampolin(dua). Atlet-atlet Indonesia masih akan berlomba di cabang atletik, balap sepeda, kano/kayak, judo, dan loncat indah. Namun, peluang meraih medali emas sangat berat, karena pesaing dari negara lain yang lebih kuat.

    Baca: Inasgoc Jamin Tiket Penutupan Asian Games 2018 Tak Lagi Semrawut

    Atletik, misalnya, lalu Muhammad Zohri dan kawan-kawan akan berlaga di nomor final 4x100 meter putra dengan menghadapi lawan kuat, seperti dari cina, Bahrain, Jepang, dan Qatar. Harapan bagi Zohri cs adalah meraih perunggu.

    Kemudian di cabang olahraga kano/kayak sprint, dari enam nomor final yang dilombakan, para pedayung Indonesia turun di lima nomor. Tidak ada target medali emas pada cabang olahraga ini, mengingat pesaing dari negara lain lebih diunggulkan, terutama Cina.

    Kemudian di balap sepeda track yang menyediakan tiga keping emas, para pebalap Indonesia juga bakal menghadapi kekuatan pebalap Cina, Korea Selatan, Jepang, dan Hong Kong, seperti yang sudah terjadi dalam perlombaan sebelumnya. Pebalap Negeri Tirai Bambu sudah menyabet tiga emas dari balapan track, disusul Korsel dengan dua emas, sementara Jepang dan Hong Kong masing-masing meraih satu emas.

    Baca: Target Emas Asian Games Terlewati, Jokowi: Penyebabnya adalah...

    "Harus diakui, pebalap kita masih kalah 'power', terutama di putri," kata pelatih tim balap sepeda track Indonesia Dadang Haris Purnomo.

    Dengan peta persaingan yang begitu berat, "tradisi" selalu meraih medali emas yang sudah dibukukan atlet-atlet Indonesia selama 11 hari perlombaan Asian Games 2018 bakal sulit dilanjutkan.

    Saat jumpa pers di Pusat Layanan Media (MPC) Asian Games di JCC Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, Komandan Kontingen Indonesia Komjen Pol Syafruddin menyatakan optimistis atlet-atletnya masih bisa menambah medali emas hingga pertandingan hari terakhir pada Sabtu. Namun, cabang olahraga atletik, balap sepeda track, judo, kano/kayak, dan loncat indah tidak masuk dalam hitungan perolehan emas.

    "Kami berharap masih dapat menambah dua hingga tiga medali emas seperti dari bridge dan juga kejutan dari olahraga air seperti polo air. Tenis yang sebelumnya tidak diperhitungkan dapat memberikan kejutan medali emas," katanya.

    Yang jelas, lanjut Syafruddin, pencapaian kontingen Indonesia dengan 30 emas di Asian Games ini telah melebihi target dengan menempati peringkat keempat dalam perolehan medali, di bawah Cina, Jepang dan Korea Selatan. Medali emas Indonesia berasal dari pencak silat sebanyak 14 keping, panjat tebing (3), paralayang (2), bulu tangkis (2), balap sepeda downhill (2), jetski (1), karate (1), taekwondo (1), wushu (1), dayung (1), tenis (1), dan angkat besi (1).


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.