Selasa, 13 November 2018

Bonus Medali Asian Games 2018: Boleh Pilih Jadi PNS, Polisi, TNI

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat isi buku tabungan saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. Peraih medali emas mendapatkan Rp1,5 miliar yang diberikan dalam bentuk buku tabungan dan ATM Bank Rakyat Indonesia. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat isi buku tabungan saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. Peraih medali emas mendapatkan Rp1,5 miliar yang diberikan dalam bentuk buku tabungan dan ATM Bank Rakyat Indonesia. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin menegaskan bonus atlet Asian Games 2018 yang mendapatkan medali sebagai aparatur sipil negara atau PNS sudah disetujui.

    "Semua catatannya sudah ada dan pasti mereka yang mendapat medali statusnya pegawai negeri," ujarnya di sela acara silaturahmi dan apresiasi atlet di lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu.

    Status sebagai ASN, kata dia, menjadi komitmen dari pemerintah sekaligus bentuk dukungan kepada para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa melalui ajang Asian Games 2018.

    Mantan Wakapolri itu juga mengaku telah memerintahkan stafnya untuk berkoordinasi dengan manajer cabang olahraga yang meraih medali untuk ditindaklanjuti. Chief de Mission atau Ketua Kontingen Indonesia pada Asian Games 2018 tersebut juga menyampaikan salam dari Panglima TNI dan Kapolri bahwa siapapun atlet peraih medali yang ingin berkarier di militer akan langsung diterima.

    "Masuk ASN, masuk TNI, masuk Polri, bebas bagi atlet untuk memilihnya, tanpa tes. Silakan yang ingin menjadi Polri dan TNI, langsung diterima," ucapnya.

    Tak itu saja, terkait bonus rumah bagi para atlet, Syafruddin menegaskan telah disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, termasuk pengaturan mekanismenya.

    Sebelumnya, bonus bagi peraih medali emas adalah Rp 1,5 miliar secara penuh tanpa dipotong pajak, kemudian untuk pasangan atau ganda Rp 1 miliar per orang dan Rp 750 juta per orang untuk beregu.

    Bagi peraih medali perak untuk tunggal mendapatkan Rp 500 juta, ganda Rp 400 juta, dan beregu Rp 300 juta per orang, sedangkan perebut medali perunggu dihadiahi Rp 250 juta, ganda Rp 200 juta dan beregu Rp 150 juta per atlet.

    Bagi pelatih yang anak didiknya meraih medali emas Asian Games mendapatkan Rp 450 juta, perak Rp 150, perunggu Rp 75 juta, lalu asisten pelatih perorangan atau ganda mendapatkan Rp 300 juta untuk emas, Rp 100 juta untuk perak, dan Rp 50 juta untuk perunggu.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.