Selasa, 18 September 2018

3 Peraih Emas Asian Games 2018 Ini Dapat Bonus dari Menaker

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet panjat tebing, Aries Susanti Rahayu, mengantongi bonus Asian Games Rp 2,25 miliar. Atlet berusia 23 tahun itu berhasil menjadi yang tercepat di nomor <i>speed</i> individu putri dan saat menjadi bagian dari tim <i>speed relay</i> putri Indonesia. REUTERS/Edgar Su

    Atlet panjat tebing, Aries Susanti Rahayu, mengantongi bonus Asian Games Rp 2,25 miliar. Atlet berusia 23 tahun itu berhasil menjadi yang tercepat di nomor speed individu putri dan saat menjadi bagian dari tim speed relay putri Indonesia. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan memberikan apresiasi kepada tiga atlet peraih medali emas Asian Games 2018 yang merupakan anak mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ketiga atlet itu adalah Rindi Sufrianto dan Aries Susanti Rahayu dari cabang panjat tebing dan Aji Bangkit Pamungkas dari cabang pencak silat.

    "Penghargaan kepada mereka merupakan wujud apresiasi bagi putra putri terbaik bangsa. Orang tua mereka merupakan pemangku kepentingan Kemnaker sekaligus pahlawan devisa bagi Indonesia," kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif seusai menyerahkan penghargaan bagi atlet Asian Games 2018 di Innovation Room Kemnaker, seperti termuat dalam rilis yang diterima Selasa, 4 September 2018.

    Ketiga atlet peraih emas tersebut masing-masing memperoleh apresiasi sebesar Rp 25 juta dari BRI, Rp 25 juta dari BNI, serta Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Hari Tua (JHT) selama 48 bulan dari BPJS Ketenagakerjaan serta apresiasi Kemnaker.

    Atlet panjat tebing Rindi Sufrianto, 27 tahun, asal Probolinggo, Jawa Timur, merupakan anak manan pekerja migran yang telah bekerja di Malaysia selama kurang lebih 14 tahun. Aries Susanti Rahayu, 23 tahun, merupakan anak dari Maryati, mantan pekerja di Kuwait (Timur Tengah). Sedangkan Aji Bangkit Pamungkas, 28 tahun, anak adari mantan pekerja di Taiwan asal Ponorogo, Nurul Laili.

    Dalam sambutannya Menaker Hanif berpesan semua pihak agar tidak menganggap remeh pekerja migran. Selain pekerjaan halal, mereka juga telah memberikan kontribusi signifikan bagi republik. Sumbangan devis PMI merupakan urutan keenam terbesar. Ia juga menegaskan, keluarga yang terus bekerja keras untuk melakukan investasi tebaik bagi anaknya, merupakan keluarga hebat dan bisa menjadi inspirasi bagi semua orang di Indonesia.

    "Saya ingin ke depan anak TKI tak melahirkan TKI. Saya ingin anak TKI melahirkan atlet panjat tebing. Saya ingin anak TKI melahirkan Manteri, Saya ingin anak TKI menjadi Presiden, " kata dia.

    Hanif menambahkan pihaknya merasa bangga atas prestasi para atlet dan perjuangan para atlet dari keluarga PMI dalam meraih prestasi. Hanif menambahkan pemerintah memiliki komitmen sangat tinggi dalam menghadirkan negara meningkatkan harkat dan martabat PMI dengan memberikan perlindungan kepada PMI dan keluarganya.

    "Sebagai anak PMI yang telah memberikan dharma baktinya mengharumkan negara dan bangsa dalam kancah olahraga Internasional, maka atas capaian keberhasilan tersebut, Kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya," kata dia.

    Sementara itu, Aries Susanti Rahayu mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Menteri Ketenagakerjaan yang sudah memberikan perhatian dan mengapresiasi kepada para atlet anak mantan PMI.
    Para peraih medali di Asian Games 2018, juga telah menerima bonus dari pemerintah yang diserahkan oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan Jakarta.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.