Selasa, 13 November 2018

Raih Perak Asian Games, Mohammad Ashfiya Dapat Bonus Beasiswa S2

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pevoli pantai pria Indonesia Mohammad Ashfiya (kanan) dan Ade Candra Darmawan. ANTARA /INASGOC/Andi Rambe

    Pevoli pantai pria Indonesia Mohammad Ashfiya (kanan) dan Ade Candra Darmawan. ANTARA /INASGOC/Andi Rambe

    TEMPO.CO, Jakarta - Peraih medali perak Asian Games 2018 cabang voli pantai, Mohammad Ashfiya, mendapat beasiswa S2 di IKIP Budi Utomo (IBU) Malang. Bonus itu diberikan rektor kampus tersebut Dr Nurcholis Sunoyeko.

    Mohammad Ashfiya adalah mahasiswa semester akhir IKIP Budi Utomo Malang dan November mendatang sudah mengikuti yudisium. Oleh karena itu, rektor kampus tersebut memberikan bonus untuk melanjutkan kuliah S2 di kampus itu tanpa dipungut biaya (gratis).

    "Prestasi yang diraih Yayak (Mohammad Ashfiya) ini patut diapresiasi. Yayak tidak hanya mengharumkan IKIP Budi Utomo di ajang internasional, Asian Games 2018, namun juga mengharumkan nama Indonesia, Jatim dan Kota Malang. Sehingga, Yayak yang berpasangan dengan Ade Chandra Rahman ini patut diberi penghargaan," kata Nurcholis Sunuyeko di Malang, Jawa Timur, Rabu.

    Menurut Nurcholis, penghargaan yang akan diberikan IBU Malang ini adalah penghargaan akademis dan nonakademis, termasuk kemudahan-kemudahan dan fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang karier dan prestasinya.

    Penghargaan tersebut, katanya, tidak hanya diberikan kepada Yayak, tetapi juga diberikan kepada Rendy Ferdian Ricardo (pasangan Yayak sebelumnya yang juga mahasiswa IBU Malang). Hanya saja, Rendy tak sempat ikut di ajang Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang karena Rendy ikut prajabatan PNS di Kemenpora RI.

    "Yayak dan Rendy ini akan ikut yudisium di IBU Malang, November mendatang. Kami berharap mereka bisa meningkatkan prestasi dan kualifikasi pendidikannya," kata Nurcholis.

    Mendapatkan apresiasi studi S2 secara gratis di IKIP BU Malang tersebut, Yayak dan Rendy belum memberikan jawaban pasti soal kelanjutan studinya itu. "Kami sangat berterima kasih atas apresiasi dari pihak kampus, bahkan selama ini banyak mendapat kemudahan dan fasilitas dari IBU Malang," kata Yayak.

    Pada kesempatan itu, mahasiswa semester sembilan IKIP BU Malang ini menceritakan sampai bisa masuk timnas voli pantai Asian Games 2018. "Semua itu berawal saat saya usai mengikuti Kejurnas di Sentul pada 2015," ucapnya.

    Saat itu Yayak mewakili Tim Voli Pantai Jawa Timur berpasangan dengan Rendy yang juga mahasiswa IBU Malang. Kemenangan demi kemenangan mereka raih dan proses seleksi terus berlanjut di Jatim, Lombok, NTB. "Alhamdulillah saat itu bersama Rendy, kami juara terus," tuturnya.

    Setelah itu, keduanya mendapat panggilan untuk TC di timnas 2015. "Yang dari Jatim dua orang. Saya bersama Rendy Ferdian Ricardo. Kami mengikuti TC di Jakarta," katanya.

    Namun, lanjutnya, pada saat Asian Games 2018, dirinya diturunkan berpasangan dengan Ade Chandra Rahman. "Alhamdulillah, kami bisa meraih perak," ujarnya.

    Mohammad Ashfiya adalah putra sulung dua bersaudara dari pasangan Budi Santoso (50 tahun) dan Khusnul Khotimah (45). Ia berasal dari Desa Tambakrejo, Krembung, Sidoarjo. "Kami bersyukur bisa memberikan yang terbaik bagi negara dan keberhasilan ini tidak lepas dari kemudahan dan fasilitas dari IBU Malang," kata Yayak.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.