Selasa, 18 Desember 2018

Suci Indriani Raih Perunggu Renang Asian Para Games 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atket renang Indonesia Suci Andriani berhasil meraih perunggu Asian Para Games 2018 di nomor 200 meter gaya bebas di Stadion Aquatik, Komplek GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Ahad, 7 Oktober 2018. TEMPO/Khory

    Atket renang Indonesia Suci Andriani berhasil meraih perunggu Asian Para Games 2018 di nomor 200 meter gaya bebas di Stadion Aquatik, Komplek GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Ahad, 7 Oktober 2018. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Perenang Indonesia Suci Indriani meraih medali perunggu nomor 200 meter gaya bebas putri Asian Para Games 2018. Dalam lomba di Stadion Aquatik, Komplek GBK, Senayan, Jakarta, Ahad, 7 Oktober 2018, ia finis ketiga dengan mencatat waktu 2 menit 20 detik.

    "Yang penting sudah melakukan semaksimal mungkin untuk Indonesia dan alhamdulillah dapat juara tiga, ya saya sangat bersyukur," ujar Suci setelah bertanding. "Sejauh ini persiapan sudah mantap banget untuk mendapatkan emas, saya sudah melakukan semaksimal mungkin untuk Indonesia."

    Emas diraih atlet asal Jepang masing-masing Amisa Kitano dengan catatan waktu 2 menit 17 detik. Sedangkan perak direbut atlet Jepang lain, Mami Inoue, dengan catatan waktu 2 menit 9 detik.

    Di awal pertandingan Suci sempat menjadi yang pertama, tapi di putaran kedua disusul oleh Kitano dan di putaran ketiga disusul omeh Inoue. "Best time saya itu 2 menit 20 detik pertandingan barusan. Kalau sebelumnya 2 menit 24 detik, sekarang lecah 4 detik jadi 2 menit 20 detik, ini yang paling bagus," kata Suci.

    Suci juga akan kembali bertanding untuk nomor gaya dada 100 meter dan gaya ganti 200 meter Asian Para Games. Untuk persiapan, Suci berujar, dia sudah berlatih maksimal. "Lawan yabg agak susah itu Cina sih, tapi saya terus berusaha yang paling penting," lanjutnya.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.