Selasa, 16 Oktober 2018

Asian Para Games: Indonesia Raih Emas Kedua dari Suparniyati

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet tolak peluru Indonesia, Suparniyati, meraih medali emas cabang olahraga para atletik Asian Para Games 2018, Senin, 8 Oktober 2018. (asianparagames2018.id)

    Atlet tolak peluru Indonesia, Suparniyati, meraih medali emas cabang olahraga para atletik Asian Para Games 2018, Senin, 8 Oktober 2018. (asianparagames2018.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia berhasil meraih emas kedua dari arena Asian Para Games 2018 lewat Suparniyati yang berlomba di cabang olahraga paraatletik nomor tolak peluru F20 putri. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Suparniyati berhasil mencatatkan tolakan sejauh 10,75 meter, lebih baik daripada peraih medali perak atlet Jepang Nakada Hiromi dengan tolakan 10,51 meter, dan atlet Indonesia Tiwa dengan torehan 6,44 meter.

    Suparniyati bersyukur, tapi juga tak sepenuhnya puas dengan catatan tolakannya. "Saya kecewa karena jaraknya turun dibandingkan ASEAN Para Games 2017. Saya saat itu bisa membuat 11,03 meter," ujar Suparniyati usai bertanding. “Ini Asian Para Games pertama saya. Tentu saya sangat bahagia meski tak sesuai keinginan saya melewati rekor di Malaysia.”

    Atlet asal Riau berusia 25 tahun itu mempersembahkan gelar itu untuk ibunya, yang sendirian membesarkannya usai sang ayah meninggal dunia ketika Suparniyati masih SMA. "Medali emas ini untuk ibu. Saya selalu mau membahagiakan ibu. Kalau dapat bonus, saya mau membangun rumah untuk tempat tinggal keluarga," kata Suparniyati.

    Bagi Suparniyati, catatan tolakan 10,75 meter memang belum melampaui pencapaiannya di ASEAN Para Games 2017, Malaysia, yakni 11,03 meter. Namun, torehan itu lebih bagus daripada rekor Asia untuk tolak peluru F20 yang ditorehkan atlet Malaysia Nursuhana binti Ramlan pada tahun 2012 di Paralimpiade London, dengan 10,71 meter.

    Dengan medali emas Asian Para Games 2018, Suparniyati berhak atas bonus Rp 1,5 miliar dari pemerintah. Sementara Tiwa memperoleh bonus Rp 250 juta berkat keberhasilannya meraih perunggu.

    Emas dari Suparniyati merupakan medali emas kedua Indonesia di Asian Para Games ini setelah yang diraih dari bulu tangkis beregu putra SL3-SU5.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.