Rabu, 17 Oktober 2018

Asian Para Games: Indonesia Tambah 2 Perak dari Balap Sepeda

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asian Para Games 2018.

    Asian Para Games 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pebalap Indonesia Sufyan Saori mengaku kaget mampu meraih medali perak nomor C5 individual time trial pada Asian Para Games 2018 di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin. Ia menyebut medalinya itu mengejutkan karena pesaingnya dinilai berat.

    "Benar dapat perak? Jangan bohong," kata Saori kepada tim pelatihnya. Pebalap dengan nomor start 46 ini bahkan terlihat cuek dengan membuka baju dan tidak langsung melakukan pendinginan.

    Baca: Asian Para Games: Rica Oktavia Sumbang Emas Ketiga Indonesia

    Justru Saori langsung memberi selamat kepada Muhammad Fadli Immanddin yang lebih dahulu meraih medali perak dari nomor C4 individual time trial yang saat itu melakukan pendinginan tidak jauh dari ia duduk dengan baju terbuka.

    Setelah hasil resmi ke luar, Saori mulai tersenyum. Tim ofisial langsung memberi selamat. Paddock timnas Indonesia langsung gaduh mengingat salah satu pebalapnya mampu meraih medali meski sebelumnya kurang diperhitungkan.

    "Memang saya tadi lebih cepat dari latihan. Saya senang dengan hasil ini. Kerja keras saya selama ini membuahkan hasil," kata pebalap murah senyum yang mampu membukukan catatan waktu 28 menit 39,210 detik untuk jarak 20 km.

    Baca: Asian Para Games: Suparniyati Tak Puas Meski Aksinya Berbuah Emas

    Pada nomor C5 individual time trial, medali emas direbut oleh pebalap China, Lai Shangzhang, dengan catatan waktu 27 menit 36,877 detik dan perunggu direbut pebalap Filipina, Arthus Bucay dengan catatan waktu 28 menit 46,228 detik.

    Perak yang diraih oleh Saori adalah yang kedua dari cabang para-balap sepeda Indonesia di APG 2018. Sebelumnya Muhammad Fadli Immanuddin meraih medali serupa dari nomor C4 individual time trial.

    Fadli merebut perak menyebut perak yang diraihnya itu istimewa karena direbut dalam Asian Para Games pertama yang diikutinya. Apalagi didapat dihadapan keluarga besarnya yang selama ini memberi dukungan. "Ini sudah sesuai target saya. Catatan waktu saya juga lebih bagus bandingkan dengan latihan. Inilah kemampuan saat ini. Jika masih kurang nanti diperbaiki," kata dia seusai balapan.

    Pada balapan nomor C4 individual time trial (ITT) ini, Fadli mampu membukukan catatan waktu 28 menit 21,835 detik untuk menempuh jarak 20 km yang terbagi dalam lima putaran. Dengan hasil tersebut pebalap asal Bogor itu harus puas dengan medali perak dan merupakan medali pertama dari para-balap sepeda.

    Untuk medali emas direbut oleh pebalap Cina, Wei Gouping, dengan catatan waktu 27 menit 57,640 detik. Sedangkan medali perunggu direbut pebalap Malaysia yang selama ini menjadi rival Fadli yaitu Mohd Najib Turano dengan catatan waktu 29 menit 57,243 detik.

    "Nomor ITT adalah melawan diri sendiri. Makanya dilepas satu-satu. Yang jelas saya tadi tidak mengalami kendala. Memang seperti itu kemampuan saya saat ini," katanya dengan tersenyum.

    Hasil yang diraih, kata Fadli tidak lepas dari dukungan keluarga, pelatih, rekan-rekan satu tim, federasi hingga sponsor. Tidak lupa Sirkuit Sentul yang memberikan kebebasan untuk berlatih. "Aspal baru sangat berpengaruh dari hasil ini. Kami ucapkan terima kasih untuk semuanya," kata pria yang juga instruktur balap motor itu.

    Saori maupun Fadli masih berpeluang menambah pundi-pundi medali Asian Para Games karena juga akan turun di beberapa nomor disiplin track yang perlombaannya berlangsung di Jakarta International Velodrome Rawamangun, Jakarta.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.