Selasa, 16 Oktober 2018

Asian Para Games: Raih Perunggu, Jendi Berharap Lebih Maksimal

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet peraih emas terbanyak dalam ASEAN Paragames 2017 yang merupakan atlet renang Jendi Pangabean (kiri) melakukan `dub` diperhatikan rekannya Guntur usai bertemu presiden di Istana Negara, Jakarta, 2 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    Atlet peraih emas terbanyak dalam ASEAN Paragames 2017 yang merupakan atlet renang Jendi Pangabean (kiri) melakukan `dub` diperhatikan rekannya Guntur usai bertemu presiden di Istana Negara, Jakarta, 2 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Perenang Jendi Panggabean berhasil mendapatkan medali perunggu di Asian Para Games 2018. Ia finis di posisi ketiga dalam kategori gaya bebas pria 100 meter, dengan catatan waktu 01: 01.31.

    Baca: Asian Para Games: Indonesia Raih Emas Kedua dari Suparniyati

     
    Pada partai final ini, Jendi mengaku lega targetnya sudah tercapai, yakni mendapat medali. Namun ia menyesalkan belum bisa mengalahkan rekor waktunya sendiri.
    "Memang pecah waktunya tapi tidak bisa melewati personal best," ujar Jendi di Stadion Aquatic, Komplek GBK, Jakarta, Senin 8 Oktober 2018.
     
    Sambil masih terengah, Jendi menceritakan bagaimana latihannya selama satu tahun di Solo kini membuahkan hasil. Kerja kerasnya bahkan bisa menyingkirkan lawan-lawan yang menurutnya cukup berat, karena pengalamannya mereka sudah cukup banyak di kompetisi internasional.

    Baca: Asian Para Games: Rica Oktavia Sumbang Emas Ketiga Indonesia

     
    Ia pun berharap bisa mencapai potensinya yang maksimal dalam kompetisi selanjutnya. "Mudah-mudahan nanti pertandingan besar selanjutnya bisa lebih maksimal lagi," tutur Jendi.
     
    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.