Selasa, 16 Oktober 2018

Asian Para Games: Soal Jilbab di Judo Pernah Dialami Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejudo putri Indonesia, Miftahul Jannah, menangis saat meninggalkan arena setelah didiskualifikasi dari pertandingan dalam Asian Para Games 2018 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. Pejudo asal Aceh itu didiskualifikasi karena tidak mau melepas jilbabnya saat bertanding. ANTARA/BOLA.COM/M Iqbal Ichsan

    Pejudo putri Indonesia, Miftahul Jannah, menangis saat meninggalkan arena setelah didiskualifikasi dari pertandingan dalam Asian Para Games 2018 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. Pejudo asal Aceh itu didiskualifikasi karena tidak mau melepas jilbabnya saat bertanding. ANTARA/BOLA.COM/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta- Atlet judo asal Indonesia Miftahul Jannah gagal tanding di Asian Para Games 2018 karena enggan mengikuti aturan pertandingan yaitu melepas jilbab. Peristiwa tersebut juga pernah dialami atlet asal Arab Saudi, Wojdan Shaherkani, pada Olimpiade 2012 lalu.

    Wojdan saat itu dilarang bertanding oleh ayahnya jika jilbab yang dipakainya dibuka.
    Ayah Shaherkani memberikan ancaman melalui surat kabar Arab Saudi, Al-Watan. Melalui sambungan telepon dari Inggris, dia mengatakan putrinya tidak akan berkompetisi dalam Olimpiade cabang Judo jika panitia bersikeras bahwa dia harus melepas jilbabnya.

    Presiden Federasi Judo International (IJF) saat itu Marius Vizer, mengatakan Shaherkani, yang akan berlaga di kategori +78 kilogram, harus melepaskan jilbabnya untuk mematuhi prinsip dan semangat judo. Namun, ayah Shaherkani mengaku belum mendengar kabar pelarangan tersebut dari Komite Olimpiade Internasional (IOC).

    Sementara juru bicara IJF waktu itu, Nicolass Messner, menyatakan organisasinya bakal segera melakukan dialog dengan IOC serta tim dari Arab Saudi untuk membahas permasalahan ini. Menurut dia pemakaian jilbab sangat membahayakan atlet, karena lawan bisa saja menarik jilbab dan mencekiknya.

    “Ini bisa berbahaya,” kata Messner. “Itu bisa terjadi selama pertandingan, sesuatu yang salah bisa terjadi.”

    Sebelumnya, Miftahul Jannah enggan melepas jilbab ketika bertanding karena tidak mau auratnya terlihat lawan jenis. Atlet berusia 21 tahun itu, telah menginjak matras pertandingan dan enggan melepas jilbab pada pertandingan kelas 52 kilogram, sehingga terdiskualifikasi dari pertandingan judo tuna netra Asian Para Games 2018 Senin kemarin, 8 Oktober 2018.

    Menurut ketua panitia pelaksana judo Indonesia Asian Para Games 2018 Perry Pantouw, secara internasional memang peraturannya begitu.

    "Itu memang peraturan begitu, itu sebenarnya sudah diinformasikan ke atlet-atletnya dan aturan ini sudah ada sejak tahun 2012 kayaknya, sudah lama itu aturan," ujar Perry saat ditemui di venue judo, JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, pada Senin, 8 Oktober 2018.

    Hingga saat ini, kontingen Indonesia masih menduduki peringkat keenam klasemen medali sementara Asian Para Games 2018. Indonesia telah mengoleksi lima emas, tujuh perak, dan 11 perunggu. 

    GULBUSINESS.COM | AL-WATAN | IRVAN SAPUTRA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.