Rabu, 17 Oktober 2018

Asian Para Games: Tidak Ditargetkan, Zaki Raih Perunggu Renang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atlet renang Asian Para Games 2018 berlatih di lapangan akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA/Galih Pradipta

    Sejumlah atlet renang Asian Para Games 2018 berlatih di lapangan akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta- Atlet renang asal Indonesia, Zaki Zulkarnaen, berhasil mendapatkan perunggu pada nomor gaya dada 100 meter putra Asian Para Games 2018. Zaki  mencatat waktu tercepat ketiga yakni 1 menit 19,95 detik.

    Baca: Asian Para Games 2018: Elsa Maris Raih Medali Emas Tenpin Bowling

    "Saya sebenarnya tidak ditargetkan mendapat medali, jadi merasa bersyukur, tidak menyangka. Tadinya nomor empat, tapi ya karena ada diskualifikasi jadi nomor 3. Saya merasa terharu dan senang, tidak menyangka seperti ini," ujar Zaki sambil meneteskan air mata, saat ditemui awak media di Stadion Aquatic, Komplek GBK, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Oktober 2018.

    Di nomor tersebut, waktu tercepat diraih atlet Cina, Xu Haijiao, yaitu 1 menit 11 detik. Sedangkan perak, juga diraih atlet asal Indonesia, Guntur, dengan catatan waktu 1 menit 19,35 detik.

    Zaki mencertaikan bagaimana proses latihannya yang tidak pernah mengalahkan Guntur. Menurutnya, renang gaya dada itu tumpuannya ada di kaki dan tangan.

    "Dari dulu saya melawan Mas Guntur itu tak pernah menang, karena kalau gaya dada itu bagi saya tumpuannya di kaki. Sedangkan saya kenanya di kaki dan tangan. Jadi kalau di gaya dada itu memang tak pernah menang melawan dia. Itu mulai dari di Solo latihan bersama. Kami tes itu saya tak pernah menang," kata Zaki.

    Catata waktu yang diraih Zaki meningkat dari waktu terbaiknya, 1 menit 25 detik. Pada saat berenang, dia mengaku selalu memikirkan orang tuanya yang di Riau.

    "Saya tadi pas di dalam air, hanya memikirkan orang tua, karena setelah mendapat bonus nanti, saya ingin membawa orang tua saya umroh. Jadi motivasi saya dalam air itu cuma itu orang tua, orang tua, dan orang tua," kata Zaki sambil napasnya tersengal-sengal.

    Sebelum bertanding, Zaki sempat berkomunikasi dengan orang tuanya di rumah untuk meminta doa restu. Dan, kata dia, ini merupakan hasil dari doa teman-teman semua, pelatih, dan khususnya orang tua.

    Baca: Prediksi Asian Para Games 2018 Selasa: Tren Emas Terjaga

    "Kamu harus fokus saja, jangan pikirin kami di rumah. Kamu tetap fokus. Ingat semua orang bergantung pada kamu," kata Zaki menirukan orang tuanya ketika memberi pesan melalui telepon.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.