Selasa, 11 Desember 2018

Asian Para Games 2018: Bendera Korea Bersatu Berkibar di Renang

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atlet renang Asian Para Games 2018 berlatih di lapangan akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA/Galih Pradipta

    Sejumlah atlet renang Asian Para Games 2018 berlatih di lapangan akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Bendera Korea Bersatu untuk pertama kalinya berkibar di ajang Asian Para Games 2018 di cabang olahraga para-renang di Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Baca: Jokowi Maklumi Asian Para Games 2018 Masih Sepi Penonton

    Tim Korea Bersatu, yang berhak atas medali perunggu di nomor 400 meter gaya bebas estafet putra 34 poin, naik podium untuk menerima medali dan maskot Asian Para Games 2018 yang diserahkan oleh Ketua penyelenggara Inapgoc Raja Sapta Oktohari.

    Lomba nomor 400 meter gaya bebas estafet 34 poin itu digelar pada Senin. Tim Korea Bersatu finis di urutan ketiga, tapi setelah lomba, para juri mendiskualifikasi tim Jepang karena dianggap mencuri start dan akan menyerahkan medali perak ke tim Korea.

    Namun demikian, tim juri menerima banding dari tim Jepang, sehingga membatalkan keputusannya. Lalu tim Korea mengajukan protes.

    Pihak penyelenggara memutuskan untuk menunda upacara penyerahan medali hingga mereka membuat keputusan final.

    Di upacara penyerahan medali, tim para-renang Jepang naik di podium pertama untuk meraih medali emas dan tim para-renang Cina di podium kedua untuk medali perak.

    Baca: Asian Para Games 2018: Catur Borong 6 Medali Emas

    Medali perunggu tersebut menjadi medali pertama bagi tim Korea Bersatu di multicabang internasional untuk atlet dengan disabilitas.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.