Selasa, 11 Desember 2018

Selama Asian Games 2018, GPFI Sumbang Obat Senilai Rp 360 Juta

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertunjukan kembang api menghiasi upacara penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 2 September 2018. TEMPO/Subekti.

    Pertunjukan kembang api menghiasi upacara penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 2 September 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) DKI Jakarta menyumbangkan obat-obatan seharga total Rp 360 juta selama pergelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Peran serta industri farmasi dalam menyokong pesta olahraga terbesar Asia yang berakhir 2 September lalu diungkapkan Ketua GPFI DKI Jakarta, Handoko B. Soetrisno.

    Jumlah perusahaan farmasi yang bergabung dalam aksi menyumbangkan obat-obatan gratis untuk mendukung Asian Games 2018 adalah 15 buah perusahaan. Obat-obatan yang disumbangkan pada dasarnya yang berhubungan dengan cedera olahraga.

    Baca: 3 Atlet Indonesia Pemecah Rekor Asia di Asian Para Games 2018

    “Ini bukan obat-obatan lama yang hampir memasuki masa kadaluwarsa, namun obat-obatan baru dengan masa kadaluwarsa yang masih panjang,” ujar Handoko.

    Proses pengumpulan obat-obatan tersebut dilakukan selama sepekan, yang dikumpulkan di kantor secretariat GPFI pusat di Jl. Angkasa 20 A, Jakarta Pusat.

    Baca: Suwarti Raih Emas Asian Para Games 2018 Dalam Kondisi Hamil

    Obat-obatan tersebut lantas diserahkan kepas Departeman Medical & Doping Control INASGOC yang diwakili dr. Fits Gerald Patty.

    Kesuksesan pergelaran Asian Games 2018 18 Agustus – 2 September lalu tidak lepas dari peran GPFI, yang berinisiatif menyumbangkan obat-obatan demi mencegah akibat fatal dari cedera atlet peserta pesta olahraga Asia tersebut.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.