Rabu, 17 Oktober 2018

Selama Asian Games 2018, GPFI Sumbang Obat Senilai Rp 360 Juta

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertunjukan kembang api menghiasi upacara penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 2 September 2018. TEMPO/Subekti.

    Pertunjukan kembang api menghiasi upacara penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 2 September 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) DKI Jakarta menyumbangkan obat-obatan seharga total Rp 360 juta selama pergelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Peran serta industri farmasi dalam menyokong pesta olahraga terbesar Asia yang berakhir 2 September lalu diungkapkan Ketua GPFI DKI Jakarta, Handoko B. Soetrisno.

    Jumlah perusahaan farmasi yang bergabung dalam aksi menyumbangkan obat-obatan gratis untuk mendukung Asian Games 2018 adalah 15 buah perusahaan. Obat-obatan yang disumbangkan pada dasarnya yang berhubungan dengan cedera olahraga.

    Baca: 3 Atlet Indonesia Pemecah Rekor Asia di Asian Para Games 2018

    “Ini bukan obat-obatan lama yang hampir memasuki masa kadaluwarsa, namun obat-obatan baru dengan masa kadaluwarsa yang masih panjang,” ujar Handoko.

    Proses pengumpulan obat-obatan tersebut dilakukan selama sepekan, yang dikumpulkan di kantor secretariat GPFI pusat di Jl. Angkasa 20 A, Jakarta Pusat.

    Baca: Suwarti Raih Emas Asian Para Games 2018 Dalam Kondisi Hamil

    Obat-obatan tersebut lantas diserahkan kepas Departeman Medical & Doping Control INASGOC yang diwakili dr. Fits Gerald Patty.

    Kesuksesan pergelaran Asian Games 2018 18 Agustus – 2 September lalu tidak lepas dari peran GPFI, yang berinisiatif menyumbangkan obat-obatan demi mencegah akibat fatal dari cedera atlet peserta pesta olahraga Asia tersebut.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.