Selasa, 11 Desember 2018

Raih Perak Asian Para Games 2018, Tangis Jaenal Aripin pun Pecah

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet balap kursi roda Para Atletik Indonesia Jaenal Aripin, saat ditemui di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. TEMPO | Egi Adyatama

    Atlet balap kursi roda Para Atletik Indonesia Jaenal Aripin, saat ditemui di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. TEMPO | Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Tangis atlet para-atletik Indonesia Jaenal Aripin pecah seusai memastikan diri meraih medali perak di nomor kursi roda 200 meter T54 putra Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat. Air matanya tampak berlinang saat dia melakukan telepon video (video call) dengan keluarganya yang berada di Bandung, Jawa Barat.

    "Ini untuk kalian. Ini untuk kalian," kata Jaenal usai bertanding. Dukungan keluarga memang sangat penting bagi Jaenal. Apalagi, dia sempat gagal meraih medali di nomor 100 meter T54 dan 400 meter T54 ketika keluarganya menonton langsung di stadion. "Mungkin waktu itu belum ada rezeki," tutur dia.

    Mengenai pencapaian medali peraknya, Jaenal mengaku tidak menargetkan itu sebelumnya. Pasalnya, lawan-lawannya di nomor 200 meter T54 putra merupakan atlet-atlet kelas dunia dari Cina. Dia akhirnya merebut perak dengan catatan waktu 26,21 detik, dia diapit oleh dua atlet Cina yakni Zhang Yong yang mendapatkan perunggu dengan waktu 26,32 detik serta peraih medali emas Liu Yang dengan waktu 25,66 detik.

    "Catatan waktu saya itu bukan yang terbaik. Torehan tercepat saya buat di turnamen Grand Prix Para-atletik Dunia di Beijing, Cina pada Mei 2018," kata Jaenal, yang dalam turnamen di Beijing tersebut sukses meraup medali emas.

    Setelah Asian Para Games, Jaenal Aripin menargetkan bertanding di Paralimpiade tahun 2020 di Tokyo. Namun sebelum ke sana, dia harus mengikuti beberapa turnamen tingkat dunia agar lolos kualifikasi.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.