Selasa, 11 Desember 2018

Asian Para Games: Gagal Rebut Emas Bulu Tangkis, Laeni Menangis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulutangkis putri Indonesia Oktila Leani Ratri (kanan) berpelukan dengan pemain Cina Hefang Cheng seusai bertanding pada final tunggal perorangan putri Asian Para Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (12/10). Oktila meraih perak usai kalah melawan Hefang Cheng dengan skor 21-19, 18-21, dan 13-21.ANTARA/Hafidz Mubarak

    Pebulutangkis putri Indonesia Oktila Leani Ratri (kanan) berpelukan dengan pemain Cina Hefang Cheng seusai bertanding pada final tunggal perorangan putri Asian Para Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (12/10). Oktila meraih perak usai kalah melawan Hefang Cheng dengan skor 21-19, 18-21, dan 13-21.ANTARA/Hafidz Mubarak

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis Indonesia Oktila Laeni Ratri gagal merebut emas di nomor tunggal putri Asian Para Games 2018. Pada partai final yang berlangsung di Istoran Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Oktober 2018, ia dikalahkan atlet Cina Cheng Hefang sehingga harus puas dengan medali perak.

    Setelah selesai bertanding, Leani terlihat menangis di lapangan. Menurut official atlet bulu tangkis Indonesia Yunita Ambar Wulandari, Leani belum bisa memberikan komentar karena merasa sedih dan mempersiapkan pertandingan selanjutnya di ganda capuran.

    Baca: Asian Para Games 2018: Oktila Laeni Ratri Raih Perak Bulu Tangkis

    "Kalau evaluasi, Leani tadi sudah berusaha maksimal, tapi sebenarnya dia tidak menargetkan emas, sudah maksimal tapi hasilnya memang belum bisa mengalahkan Cina. Dan memang belum pernah menang melawan Cina," ujar Yunita, di Istoran Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Leani dikalahkan Hefang dalam tiga set permainan, tapi hanya menang pada set pertama dengan perolehan poin 21-19. Sementara di set kedua dan ketiga Leani berhasil ditumbangkan oleh atlet asal negeri Trai Bambu itu dengan perolengah poin 18-21 dan 13-21.

    Yunita mengatakan, Leani menangis karena secara poin padahal dia hampir saja memenangkan pertandingan. Namun, dia tidak bisa mengalahkan. "Jadi kemungkinan dia menyesal tidak bisa menang," lanjut Yunita.

    Cina, kata Yunita, memiliki mental yang kuat, kemudian fisiknya bagus dan menurut Yunita atlet Cina itu memiliki rasa percaya diri yang tinggi, karena sebelumnya pernah mengalahkan Leani. Sementara, Yunita berujar, kekalahan Leani tidak akan mempengaruhi permainan selanjutanya.

    "Saya kalau rasa atlet itu sudah profesional, mereka itu tidak bertanding hanya di satu nomor, tapi bisa sampai tiga nomor, jadi jika salah satu kalah ya siap di nomor berikutnya," tambah Yunita.

    Laeni masih akan tampil di dua pertandingan Asian Para Games lain pada Jumat, yakni semifinal ganda campuran SL3-SU5 berpasangan dengan Hary Susanto melawan sesama wakil Indonesia Hikmat Ramdhani/Khalimatus Sadiyah Sukohandoko Satu pertandingan lainnya adalah final ganda putri SL3-SU5 berpasangan dengan Khalimatus melawang Cheng Hefang/Ma Huihui.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.