Selasa, 13 November 2018

Taufik Hidayat: Atlet Lain Perlu Contoh Atlet Disabilitas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taufik Hidayat. Tempo/Fikri Arigi

    Taufik Hidayat. Tempo/Fikri Arigi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan atlet bulu tangkis nasional, Taufik Hidayat, mengatakan atlet non-disabilitas perlu mencontoh atlet-atlet penyandang disabilitas. Menurutnya atlet penyandang disabilitas ini bisa menembus batasan dengan semangat dan perjuangan mereka, yang ditunjukkan dalam Asian Para Games 2018 ini.

    Taufik mengatakan semangat dari atlet penyandang disabilitas patut ditiru oleh atlet lain yang tidak menyandang disabilitas. Ia pun menilai boleh jadi semangat dan motivasi atlet disabilitas lebih besar ketimbang atlet lain. Ia pun mengatakan urusan menang atau kalah itu urusan belakangan.

    "Mereka keinginannya lebih besar dari orang non-disabilitas, itu yang saya tiru. Mereka dengan kekurangan semangatnya besar, soal menang kalah itu urusan lain," ujar Taufik.

    Taufik pada Sabtu, 13 Oktober 2018, turut menyaksikan partai final bulu tangkis di Istora, Komplek GBK, Jakarta. Ia memuji performa Dheva juga Fredy, meskipun Fredy gagal ia mengatakan mereka sama-sama bermain apik dan semangat juang tinggi.

    Taufik mengatakan keunikan lain di Asian Para Games ada di penontonnya. Menurutnya penonton tidak memberikan komentar negatif, meskipun atlet kontingen Indonesia gagal meraih target, atau medali.

    Peraih medali emas di olimpiade Athena 2004 ini juga mengapresiasi itikad baik dari pemerintah serta asosiasi yang menaungi olahraga penyandang disabilitas. Menurutnya langkah mereka sudah betul dengan tidak membuat dikotomi akses antara atlet disabilitas dan non-disabilitas.

    "Antara Asian Games atau Asian Para Games, juga ada semangat yang sama. Jadi gak ada perbedaan," kata Taufik Hidayat.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.