Selasa, 13 November 2018

Atletik Indonesia Pecahkan 3 Rekor Asia di Asian Para Games 2018

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelari Indonesia, Sapto Yogo Purnomo berlaga dalam final 100 meter putra Asian Para Games 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018. Sapto Yogo Purnomo finis pertama dengan waktu 11,49 detik. TEMPO/Subekti.

    Pelari Indonesia, Sapto Yogo Purnomo berlaga dalam final 100 meter putra Asian Para Games 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018. Sapto Yogo Purnomo finis pertama dengan waktu 11,49 detik. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Cabang para atletik menyumbangkan 6 emas, 12 perak, dan 10 perunggu bagi Indonesia dalam Asian Para Games 2018. Capaian tersebut merupakan prestasi tertinggi yang dihasilkan Indonesia sepanjang keikuitsertaan dalam Asian Para Games, yang digelar sejak 2010 di Guangzhou, Cina.

    Tak hanya perolehan medali yang membuahkan pencapaian baru bagi para atletik Indonesia di Asian Para Games, sejumlah pemecahan rekor juga dihasilkan para atlet Indonesia. Tercatat tiga rekor Asia mampu dipecahkan atlet para atletik Indonesia.

    Tiga rekor tersebut adalah lompat jauh putri kategori T20 (disabilitas intelektual) atas nama Rica Oktavia, tolak peluru putri F20 (disabilitas intelektual) atas nama Suparniyati, dan lari 100 meter putra T37 (disabilitas fisik sedang) atas nama Sapto Yogo Purnomo.

    Baca: Bonus Atlet Asian Para Games Bebas Pajak, tapi Dipotong 30 Persen

    Melihat hasil tersebut, pelatih para atletik Purwo Adi Sanyoto yakin bahwa Indonesia mampu meloloskan atletnya ke Paralimpiade Tokyo 2020.

    “Melihat hasil yang bagus di Asian Para Games, tentu saja kami ingin meloloskan para atlet para atletik Indonesia ke Paralimpiade Tokyo 2020. Sebab itu mereka jangan cepat puas, tetaplah berlatih keras hingga level tertinggi,” kata Purwo.

    Sapto Yogo yang meraih emas di lari 100 meter dan 200 meter T37 juga mengatakan hal yang sama. Bagi pelari asal Purwokerto berusia 20 tahun tersebut, tampil di Paralimpiade adalah cita-citanya saat ini.

    “Saat berlatih pertama kali 5 tahun lalu saya tidak pernah menyangka bisa tampil di tingkat Asia. Ternyata usaha keras saya mampu membawa saya tak hanya di tingkat nasional, namun Asia. Sekarang saya ingin ke level yang lebih tinggi yaitu Paralimpiade, semoga bisa,” kata Sapto, yang turun di tiga nomor: 100 meter, 200 meter, dan 400 meter yang tidak menghasilkan medali.

    Baca: Peringkat Akhir Medali Asian Para Games 2018, Indonesia Urutan 5

    Menurut sprinter nasional pemegang rekornas dan SEA Games nomor 100 meter putra dengan catatan waktu 10,17 detik, Suryo Agung Wibowo, peluang atlet para atletik Indonesia untuk bersaing di tingkat dunia sangat terbuka.

    “Saat ini atlet para atletik Indonesia bagus-bagus. Saya khususnya menyoroti nomor lari jarak pendek yang banyak menghasilkan medali. Tinggal dipoles lebih canggih lagi, mereka pasti mampu bersaing di tingkat Olimpiade. Saya pikir ini momentum yang bagus untuk memajukan cabang para atletik di Indonesia,” kata Agung soal hasil tim para atletik Indonesia di Asian Para Games 2018.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.