Asian Games 2018: Akses Transportasi Atlet Masih Jadi Masalah

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mempersiapkan jalur lintasan untuk perlombaan cabang atletik 18th Asian Games Invitation Tournament di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, 9 Februari 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Petugas mempersiapkan jalur lintasan untuk perlombaan cabang atletik 18th Asian Games Invitation Tournament di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, 9 Februari 2018. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) masih menyoroti masalah jarak tempuh atlet  dalam turnamen pemanasan (test event) menjelang Asian Games 2018. Target waktu tempuh dari wisma atlet di Kemayoran menuju venue pertandingan selama 30 menit masih belum dapat tercapai.
     
    Hal ini salah satunya dikeluhkan oleh tim basket Timor Leste, yang akan bertanding melawan Indonesia, di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 8 Februari 2018 lalu. Mereka mengatakan meski telah menggunakan jalur tol dan dikawal oleh voorijder, namun perjalanan nyaris mencapai satu jam. 
     
    "Yang kita uji coba, (jarak tempuh) bisa sampai di 40 menitan. Lewat tol bahkan bisa 27 menit. Namun kemarin ada kejadian, hujan, macet sampai hampir lebih dari satu jam meski pakai tol," kata Ketua INASGOC, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Hotel Century, Senayan, Jumat, 9 Februari 2018. 
     
    Erick mengatakan di saat Asian Games 2018 nanti, isu ini harus sudah diselesaikan. Ia masih bersikukuh wacana meliburkan anak sekolah dapat menjadi salah satu solusi. Selain itu, ia pengaturan jam kantor dapat ikut disertakan. 
     
    Langkah-langkah seperti ini, menurut Erick, biasa dilakukan oleh negara penyelenggaraan turnamen multi nasional. Tokyo contohnya, menargetkan kemacetan di sana dapat berkurang hingga 70 persen saat Olimpiade 2020 mendatang. 
     
    "Kalau kita mengharapkan 30 persen saja sudah bagus. Hitungannya 20 persen bisa kalau sekolah diliburkan. Tinggal cari 10-20 persen lagi ini dari mana," kata Erick.
     
    Ia menyebut sudah menyampaikan rencana ini ke pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun belum ada keputusan apapun dari pihak pemprov terkait hal ini. 
     
    INASGOC sebenarnya sudah memiliki rencana untuk menggunakan jalur khusus (Asian Games line) bagi atlet dan ofisial nanti. Rencananya, jalur ini akan menggunakan jalur busway. Namun rencana ini belum dapat diterapkan selama penyelenggaraan test event Asian Games 2018 ini. 
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.