Selasa, 11 Desember 2018

Tim Jelajah Sepeda Nusantara Kemenpora Finis di Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Jelajah Sepeda Nusantara Kemenpora mempromosikan Asian Games 2018 di Sampit, Kalimantan Tengah, 5 Juli 2018. (instagram.com)

    Tim Jelajah Sepeda Nusantara Kemenpora mempromosikan Asian Games 2018 di Sampit, Kalimantan Tengah, 5 Juli 2018. (instagram.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Jelajah Sepeda Nusantara Kemenpora 2018 akhirnya menyelesaikan perjalanan berkeliling Insonesia, dengan finis di Yogyakarta pada Jumat 16 November 2018.

    Tim ini mengawali perjalanan dari Entikong di Kalimantan Barat pada 30 Juni lalu. Untuk mencapai finis di Yogyakarta, jarak yang harus ditempuh adalah sejauh 6.752 km, dengan melewati 4 pulau: Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Jawa.

    Tim ini dibentuk Kemenpora untuk mengampanyekan "Ayo Olahraga" ke pelosok-pelosok daerah di Tanah Air melalui salah satu program unggulannya yakni Sepeda Nusantara 2018.

    Mereka yang telah mengarungi empat pulau dengan bersepeda adalah Fito Bakdo Prilanji (Road Captain 1/Pontianak), Dede Supriatna (Road Captain 2/Bandung), Kamaruzzaman (Pontianak), Vincensius Vandi Artha (Yogjakarta), Nurhidayat (Pontianak), Raden Rendra Bayu Nugroho (Probolinggo), Gus Arianto (Aceh), Mitya Fitrina (Bandung), Nina Puspawardhani (Solo), Ni Made Dwi Puspasari (Denpasar), Darna (Makassar), Elisabeth Yarinap (Papua), Eka Oktaviani (Palembang), Selsa Ayu Dily (Riau) dan Yuni Indah Lestari (Sidoarjo).

    Kedatangan rombongan Tim Jelajah Sepeda Nusantara besutan Kemenpora itu diterima dengan kalungan medali oleh Asdep Olahraga Rekreasi Teguh Raharjo, Sekda Pemkot Yogyakarta Dra. RR. Titik Sulastri dan Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto serta Kabid Pembinaan Olahraga Masal dan Kesehatan Olahraga I Nyoman Winata di kantor Balai Kota Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.