Wapres: Pemerintah Pertimbangkan Libur Sekolah Saat Asian Games

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan penjelasan ketua INASGOC, Erick Thohir,  di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendengarkan penjelasan ketua INASGOC, Erick Thohir, di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Februari 2018. Tempo/Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menyatakan pemerintah mempertimbangkan untuk meliburkan sekolah di Jakarta selama penyelenggaraan Asian Games 2018. Libur sekolah diharapkan mampu mengurangi kemacetan dan membantu kelancaran perjalanan atlet dari Wisma Atlet ke Kompleks Gelora Bung Karno dan sebaliknya.

    Menurut JK, sapaan Jusuf Kalla, pertimbangan itu didasari fakta di lapangan bahwa selama turnamen uji coba jelang Asian Games 2018, yang sudah dimulai sejak 8 Februari, durasi perjalanan atlet dari Wisma Atlet ke arena pertandingan terutama ke Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, lebih lama dari target yang ditetapkan.

    "Targetnya 35 menit, tetapi ini lebih lama. Jadi memang ini masih dipelajari, termasuk apakah sebagian sekolah yang searah dengan perjalanan atlet akan diliburkan atau bagaimana," ujar JK usai meninjau kondisi Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu.

    Sampai tiga hari penyelenggaraan turnamen uji coba jelang Asian Games 2018 di Jakarta, persoalan lamanya perjalanan dari Wisma Atlet menuju Gelora Bung Karno memang menjadi polemik.

    Ditargetkan bisa tiba 35 menit, para atlet justru berada di jalan hingga selama hampir satu jam, dengan penyebab utamanya adalah macet. Padahal, pihak panitia penyelenggara (INASGOC) sudah menyediakan pasukan pengawal (voorijder) untuk membelah padatnya kendaraan di jalanan Ibu Kota.

    Kondisi ini sempat dikeluhkan oleh tim nasional bola basket putra Timor Leste, yang berada hampir satu jam di dalam bus. "Bagi kami itu melelahkan," ujar kapten tim nasional bola basket putra Timor Leste Joao de Araujo Soares.

    Adapun ide meliburkan sekolah dan perkantoran selama Asian Games 2018 dicetuskan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah. Tujuannya, untuk melancarkan lalu lintas kontingen seluruh atlet selama penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta.

    "Terkait rekayasa lalu-lintas atlet ketika latihan ataupun saat bertanding, kami mengusulkan apa sebaiknya meliburkan sekolah dan perkantoran di sekitar wilayah Gelora Bung Karno," kata Ferdiansyah ketika mengunjungi Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) akhir Januari 2018 lalu.

    Usulan soal liburan sekolah selama Asian Games 2018 ini sebelumnya sudah disetujui oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. "Saya mendukung saja karena ide libur itu saya kira cukup menggembirakan bagi masyarakat. Namun semuanya mesti dikaji di tingkat kementerian karena penting dilihat apakah di sepanjang pelaksanaan Asian Games ada hari penting yang tak boleh libur, misalnya bertepatan ujian sekolah," tutur Imam.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.