Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hardiknas, 3 Alasan Mahasiswa UP Blokir Jalan Lenteng Agung

Universitas Pancasila
Universitas Pancasila
Iklan

TEMPO.CO, Depok - Mahasiswa Universitas Pancasila berunjuk rasa dengan membakar ban dan memblokir Jalan Raya Lenteng Agung pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Rabu, 2 Mei 2018. Dalam unjuk rasa itu, ratusan mahasiswa mengajukan tiga tuntutan kepada kampus. 

Pertama, mereka meminta Universitas Pancasila (UP) mencabut sistem pembayaran paket satuan kredit semester (SKS).

"Kami meminta kampus mencabut sistem paket SKS karena sistem yang dianut Universitas Pancasila itu abu-abu. Ketika kita bayar paket, seharusnya dipaketin juga SKS-nya, tapi ini masih terbentur IPS. Kami bayar paket tapi enggak sesuai. Seharusnya apa yang kami bayar itu yang didapatkan," ujarnya.

Ia mencontohkan, mahasiswa di semester ketiga dengan indeks prestasi semester (IPS) kedua hanya bisa mendapatkan 18 SKS. "Tapi mereka harus bayar sesuai dengan paketnya. Ini ada kesenjangan sosial bahwa yang pintar ya pintar dan yang kurang pintar ya kurang pintar. Itu yang menggerakkan mahasiswa menggelar aksi ini," tutur mahasiswa berinisial AP, Rabu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tuntutan kedua para mahasiswa adalah menolak komersialisasi pendidikan UP. Menurut dia, banyak anggaran yang diminta pihak UP di luar biaya kuliah. "Ada uang sumbangan dan uang administrasi. Uang sumbangan itu di luar uang paketan. Nominalnya bisa Rp 1 juta," katanya.

Ketiga, mahasiswa menuntut pihak kampus memperhatikan kesejahteraan buruh di Universitas Pancasila. Ia menuturkan buruh di kampusnya gajinya masih di bawah UMR. "Mereka gajinya sekitar Rp 1,2 juta. Mereka bukan pegawai outsourcing. Mereka ada di bawah koperasi. Kami akan terus lakukan tuntutan hingga rektor datang dan menemui kami," ujarnya.

Iklan

Berita Selanjutnya




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


IPB University Gelar Job Fair 2023, Hadirkan 36 Perusahaan

8 jam lalu

Ilustrasi Mencari Lowongan Kerja. Tempo/Tony Hartawan
IPB University Gelar Job Fair 2023, Hadirkan 36 Perusahaan

Acara digelar di kampus IPB dan secara virtual.


Nasib Mahasiswi di STMIK Tasikmalaya yang Kampusnya Ditutup, Kuliah S1 tapi Terdaftar di D3

12 jam lalu

STMIK Tasikmalaya. Google Street Viee
Nasib Mahasiswi di STMIK Tasikmalaya yang Kampusnya Ditutup, Kuliah S1 tapi Terdaftar di D3

Vina Sri Rahayu, 23 tahun, sedang berjuang soal status mahasiswinya yang berubah dari S1 ke D3.


Poltekpar Lombok Buka Kesempatan Difabel Tuna Rungu Kuliah Pariwisata

4 hari lalu

Kampus Poltekpar Lombok. TEMPO/Supriyantho Khafid
Poltekpar Lombok Buka Kesempatan Difabel Tuna Rungu Kuliah Pariwisata

Sampai awal 2023, Poltekpar Lombok memiliki 1.019 orang mahasiswa aktif.


Di Jawa Barat, Perguruan Tinggi Swasta Berkurang tapi Mahasiswa Meningkat

4 hari lalu

Ilustrasi mahasiswa di kampus. Shutterstock
Di Jawa Barat, Perguruan Tinggi Swasta Berkurang tapi Mahasiswa Meningkat

Diimbau calon mahasiswa tidak asal memilih Perguruan Tinggi Swasta yang murah. Tapi, periksa dulu datanya di PDDikti.


Inilah 5 Universitas Terbaik di Swiss, Eril Putra Ridwan Kamil Pernah Ingin Kuliah S2 di Tempat Ini

6 hari lalu

Universitas Zrich di Swiss. TEMPO/Luky Setyarini
Inilah 5 Universitas Terbaik di Swiss, Eril Putra Ridwan Kamil Pernah Ingin Kuliah S2 di Tempat Ini

Eril, anak Ridwan Kamil ke Swiss tahun lalu berencana melanjutkan kuliah S2 di universitas terkemuka di sana. Apa saja universitas terbaik di Swiss?


Protes Pecah di Brasil, Kongres Setujui RUU yang Membatasi Pengakuan Masyarakat Adat

7 hari lalu

Sejumlah pengunjuk rasa menggelar aski solidaritas atas pemain sepak bola Real Madrid Vinicius Jr yang mendapatkan aksi rasime dari wasit yang memimpin pertandingan sepak bola antara Real Madrid melawan Valencia, di dekat konsulat Spanyol di Sao Paulo, Brasil 23 Mei 2023. REUTERS/Amanda Perobelli
Protes Pecah di Brasil, Kongres Setujui RUU yang Membatasi Pengakuan Masyarakat Adat

Kongres Brasil menyetujui RUU yang membatasi pengakuan masyarakat adat. Protes pecah di Sao Polo dan wilayah lain.


Puluhan Personel Gabungan Jaga Demo Buruh ke Pabrik Korek Api di Depok, Imbas PHK 74 Pegawai

7 hari lalu

Personel gabungan dari Polres Metro Depok dan Kodim Depok berjaga di PT. Tokai Dharma Indonesia (TDI) antisipasi demo buruh di Cilodong, Depok, Rabu, 31 Mei 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Puluhan Personel Gabungan Jaga Demo Buruh ke Pabrik Korek Api di Depok, Imbas PHK 74 Pegawai

Demo buruh ini adalah aksi solidaritas terhadap PHK yang dilakukan pimpinan perusahaan PT Tokai Dharma Indonesia terhadap 74 orang pekerja tetap.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Benarkah Peserta dan Joki UTBK Tak Bisa Dipidana?

7 hari lalu

Pengawas ujian memeriksa badan peserta UTBK dengan menggunakan metal detektor di Universitas Indonesia, Depok, Kamis 19 Mei 2022. UTBK dilaksanakan di 21 titik lokasi yang tersebar di Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK), serta lokasi lain di beberapa fakultas. Tempo/Muhammad Syauqi Amrullah'
Top 3 Tekno Berita Kemarin: Benarkah Peserta dan Joki UTBK Tak Bisa Dipidana?

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Selasa 30 Mei 2023, dipuncaki artikel kasus peserta UTBK 2023 yang menggunakan jasa joki.


Tekan Imigrasi, Inggris Batasi Mahasiswa Asing yang Bawa Keluarga

9 hari lalu

Jam Big Ben di Inggris. Sumber: Reuters
Tekan Imigrasi, Inggris Batasi Mahasiswa Asing yang Bawa Keluarga

Mahasiswa internasional akan dibatasi membawa keluarganya selama studi di Inggris dalam upaya pemerintah menurunkan imigrasi.


Pidato Kelulusannya Viral, Ini Sosok Mahasiswa Asal NTB yang Raih Gelar Doktor di Amerika Serikat

9 hari lalu

Ahmad Munjizun. Instagram
Pidato Kelulusannya Viral, Ini Sosok Mahasiswa Asal NTB yang Raih Gelar Doktor di Amerika Serikat

Mahasiswa S3 jurusan ilmu sains hewan di North Carolina State University, Amerika Serikat tak menyangka bisa meraih gelar doktor.