Asian Games 2018: Jokowi Bicara Potensi Industri Olahraga

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengunjungi Pelatnas berkuda (equestrian) di Arthayasa Stable, Limo, Kota Depok, 6 Mei 2018. Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi mengunjungi Pelatnas berkuda (equestrian) di Arthayasa Stable, Limo, Kota Depok, 6 Mei 2018. Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo ingin Asian Games 2018 tak sekadar menjadi pesta olahraga. Dia menilai perlu ada kerangka kebijakan yang membuat acara itu bermanfaat secara luas setelah digelar.

    "Pasca-Asian Games, kita harus punya blue print untuk olahraga kita, untuk industri yang mendukung keolahragaan kita, dan memberikan demam kepada masyarakat agar giat berolahraga," kata Jokowi dalam wawancara dengan mantan perenang putra, Richard Sambera, di Arthayasa Stable, Depok, seperti dilansir dari keterangan tertulis Biro Pers Sekretaris Presiden, Ahad, 6 Mei 2018.

    Dari sisi olahraga, Jokowi menyoroti sarana dan prasarana yang dibangun pemerintah untuk mendukung pelaksanaan Asian Games. Selain membangun tempat pertandingan, pemerintah membangun wisma atlet dan infrastruktur transportasi. Dana yang digelontorkan pemerintah untuk membangun fasilitas tersebut bernilai fantastis.

    Untuk itu, dia tak ingin fasilitas tersebut terbengkalai seusai Asian Games. "Pasca-Asian Games, venue-venue harus kita kelola sehingga produktif," katanya.

    Fasilitas olahraga nantinya bisa dimanfaatkan para atlet untuk mempersiapkan diri menghadapi laga besar lainnya ke depan. Untuk wisma atlet, pemerintah berencana mengubah peruntukannya menjadi rumah susun seusai Asian Games.

    Jokowi juga berharap Asian Games mempengaruhi industri olahraga dalam negeri. Dia ingin pertandingan ini menjadi momentum menghidupkan industri olahraga. Menurut Jokowi, Indonesia memiliki sejumlah potensi untuk dikembangkan.

    Salah satunya industri celana dan sepatu berkuda. Saat ini kebanyakan barang didatangkan dari luar negeri. "Sebenarnya kita sendiri bisa buat," ujarnya. Harga buatan dalam negeri juga lebih murah jika dibandingkan dengan impor. Celana berkuda dibanderol Rp 500 ribu-600 ribu per potong, sementara harga celana impor mencapai Rp 3 juta-4 juta per potong.

    Potensi industri olahraga lainnya yang bisa dikembangkan adalah meja pingpong. Jokowi menuturkan industri dalam negeri sudah siap memenuhi kebutuhan dunia olahraga. "Produksi dalam negeri harus kita galakkan di bidang pendukung untuk dunia olahraga kita," katanya.

    Jokowi juga menargetkan Asian Games 2018 bisa membangkitkan semangat masyarakat Indonesia untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. Dia menuturkan olahraga menjamin kesehatan manusia.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.