Minggu, 19 Agustus 2018

Ini Cara Anies Baswedan Atasi Kemacetan Saat Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi kemacetan di hari pertama pemberlakuan peraturan pelat nomor ganjil-genap di Bundaran Senayan, Jakarta, 30 Agustus 2016. Aturan sistem pembatasan lalu lintas ganjil-genap juga mulai menerapkan sanksi tilang bagi pengendara yang melanggar. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Kondisi kemacetan di hari pertama pemberlakuan peraturan pelat nomor ganjil-genap di Bundaran Senayan, Jakarta, 30 Agustus 2016. Aturan sistem pembatasan lalu lintas ganjil-genap juga mulai menerapkan sanksi tilang bagi pengendara yang melanggar. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Anies Baswedan menyatakan, Jakarta berkomitmen menjadi tuan rumah  Asian Games 2018 yang baik, agar pesta olahraga se-Asia ini berlangsung aman, sukses, dan lancar.

    Menurut Anies, dalam perhelatan dari 18 Agustus hingga 2 September 2018 itu, dilakukan sejumlah persiapan, di antaranya melalui kebijakan traffic management yang memenuhi standar Dewan Olimpiade Asia (OCA) terkait waktu tempuh, rute perjalanan, serta rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan Jakarta. Sebab, lokasi antara tempat pertandingan dan  wisma atlet cukup jauh.

    Kebijakan traffic management, antara lain dengan penerapan Asian Games Lines atau jalur khusus Asian Games, memperluas area nomor polisi ganjil-genap di Jakarta, serta jalur khusus di tol dan non tol untuk atlet dan ofisial.

    Hal ini dimaksudkan agar waktu tempuh yang dibutuhkan atlet dan ofisial tepat waktu sesuai standar OCA, yakni maksimal 34 menit. Jika atlet dan ofisial datang terlambat di venue, berakibat fatal dan dapat didiskualifikasi.

    "Terkait dengan lalu lintas, nanti akan disiapkan jalur khusus di jalan tol. Mulai dari ram di Kemayoran, Ancol, di Utara untuk sepanjang jalur lewat Grogol menuju Senayan, semua ada jalur khusus," kata  Anies Baswedan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Transportasi Asian Games yang Cepat, Tepat, Aman dan Lancar: On Time, On The Track" di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

    Lalu, ada juga jalur timur lewat Kelapa Gading sampai ke tol Jagorawi untuk sampai ke TMII. "Ada beberapa lokasi yang jangkauannya amat jauh. Insya Allah yang ke GBK arah Senayan dan ke lokasi-lokasi lain itu terjangkau dalam 30 menit dengan rekayasa lalu lintas," katanya.

    Untuk lokasi venue terjauh dan waktu tempuhnya lebih dari 30 menit secara normal tanpa kemacetan, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan agar atlet menginap dekat dengan tempat pertandingan.

    "Tadi saya sampaikan, dari wisma atlet, venue terjauh itu di Lapangan Golf Pondok Indah, (yakni) 41,5 kilometer. Untuk dijangkau dalam 30 menit dalam kondisi normal kosong sekalipun tidak mungkin," kata Anies.

    Gubernur mengusulkan atlet golf bisa tinggal di lokasi yang dekat dengan Pondok Indah. Begitu juga dengan atlet pencak silat, lokasi venue di Taman Mini, berjarak  lebih dari 29 kilometer dari wisma atlet Kemayoran.

    "Di sisi lain, untuk fasilitas pendukung transportasi Asian Games 2018, telah disiapkan lebih dari 1.100 kendaraan, ada enam jenis moda transportasi, termasuk 300 lebih TransJakarta. Persiapan LRT tahap awal diprioritaskan rute Kelapa Gading-Velodrome-Rawamangun yang diprediksi akan selesai sesuai rencana," kata Anies.

    Menurut Anies, kesiapan LRT sudah 70,44 persen, untuk rail sudah 99 persen, dan rencananya bulan Juli 2018 akan diadakan Trial Run. Untuk proyek MRT Jakarta Fase I juga telah mencapai tahap finalisasi, progress pembangunan MRT sudah mencapai 92,5 persen, katanya.

    Anies berharap semua moda transportasi publik yang disiapkan ini dapat memfasilitasi warga Jakarta dan sekitarnya untuk bisa mengikuti   Asian Games 2018 tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.