Sabtu, 20 Oktober 2018

Asian Games 2018: Emas Panahan Target Pribadi Diananda Choirunisa

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemanah Indonesia, Diananda Choirunisa, melepaskan anak panah dalam final Recurve Beregu Putri SEA Games melawan regu Vietnam di Singapura, 13 Juni 2015.  Regu Indonesia kalah dengan skor 0-6 dan meraih medali perak. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Pemanah Indonesia, Diananda Choirunisa, melepaskan anak panah dalam final Recurve Beregu Putri SEA Games melawan regu Vietnam di Singapura, 13 Juni 2015. Regu Indonesia kalah dengan skor 0-6 dan meraih medali perak. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet panahan Indonesia, Diananda Choirunisa mengaku fokus mengejar target pribadi yaitu medali emas Asian Games 2018 Jakarta-Palembang meski PB Perpani tidak membebankan target tinggi.

    "Kita kan menjadi tuan rumah, jadi saya harus tampil semaksimal mungkin. Apalagi kita sudah berlatih cukup lama di lokasi yang akan digunakan untuk Asian Games" kata Diananda Choirunisa di lapangan panahan Senayan, Jakarta, Rabu.

    Pada Asian Games kedua kalinya yang diikuti ini, atlet yang akrab dipanggil Dian itu mengaku tanpa beban menjalani semua tahapan pelatihan. Dengan demikian fokus untuk mengasah kemampuan lebih bisa dimaksimalkan mengingat lawan yang bakal dihadapi adalah atlet kelas dunia.

    Baca: Jokowi Kumpulkan Atlet hingga Artis buat Promosi Asian Games 2018

    Tidak hanya itu, Dian mengaku latihan menghadapi Asian Games 2018 lebih tenang karena mendapatkan jaminan asuransi dari AXA Mandiri. Asuransi secara resmi ini adalah yang pertama selama menjadi atleh profesional.

    "Selama ini kalau cedera harus ke dokter sendiri karena kalau cedera jarang dapat perhatia dari pemerintah. Dengan adanya asuransi latihan lebih tenang dan kalau mengalami cedera tidak bingung lagi," kata peraih emas SEA Games 2017 itu.

    Meski turun di cabang olahraga lanahan, kata dia, resiko cedera tetap saja terjadi dan umumnya terjadi pada bahu. Namun, khusus dirinya cedera yang pernah dialami adalah pada lututnya.

    "Saya sendiri sempat binggung, setelah diperiksa dokter ternyata ada otot yang robek. Namun, saat ini sudah tidak ada masalah lagi," kata atlet asal Surabaya, Jawa Timur itu.

    Terkait persiapan menghadapi Asian Games 2018 yang tinggal 73 hari ini, Dian mengaku sudah tidak ada masalah. Apalagi juga saat ini juga tidak dijadwalkan menjalani pemusatan latihan maupun try out di luar negeri. Fokus latihan hanya di dalam negeri.

    Baca: Asian Games 2018: Aiman Cahyadi Tetap Puasa Saat Latihan Berat

    Atlet yang terjun di dunia panahan sejak usia tujuh tahun itu mengaku pihaknya juga sudah memetakan lawan terberat pada nomor recurve Asian Games 2018. Apalagi kejuaraan empat tahunan ini khususnya cabang panahan bisa dikatakan sebagai Olimpiade Mini.

    "Negara yang kuat semuanya turun di sini ada Korea, Jepang, Taiwan hingga India. Makanya tugas kita saat ini fokus berlatih demi meraih hasil yang terbaik," kata Dian menegaskan.

    Meski tanpa target emas dari PB Perpani di Asian Games 2018, pemerintah dalam hal ini Kemenpora tetap menargetkan cabang olahraga panahan minimal meraih satu medali emas. Prestasi terbaik Indonesia adalah medali perak di Asian Games 1988 lewat Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.