Sabtu, 23 Juni 2018

Ketua Kontingen Indonesia: 4 Cabang Bisa Buat Kejutan Medali Emas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maskot Asian Games 2018 terpasang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Maskot Asian Games 2018 terpasang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Kontingan (Chef de Mission/CdM) Indonesia Komjen Pol Syafruddin menyebutkan empat cabang olahraga siap memberikan kejutan medali emas pada Asian Games 2018.

    "Sudah ada, paling tidak ada empat cabang yang akan mempersembahkan medali emas yang selama ini tidak dibicarakan," kata Syafruddin selepas pertemuan dengan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir dan sejumlah pengurus cabang olahraga di Jakarta, Senin. Namun, ia enggan menyebut keempat cabang itu.

    Syafruddin mengaku telah membicarakan strategi pemenangan Asian Games dengan seluruh pegurus cabang olahraga menyusul target prestasi pada peringkat 10 besar di Asia.

    "Kami telah menggelar pertemuan intensif hari ini dan akan bertemu lagi pada Senin (18 Juni) dengan seluruh cabang olahraga serta atlet," kata Wakil Kepala Kepolisian RI itu.

    Syafruddin juga akan menggelar apel dengan seluruh atlet, ofisial, dan pengurus cabang olahraga di komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, pada awal Juli 2018.

    "Saya harus meyakinkan para atlet untuk siap bertanding. Semua perlengkapan dan mental mereka untuk siap menjadi juara," katanya.

    Sebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bertekad mengawal target sepuluh besar bagi kontingen Indonesia dalam Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

    "Target posisi sepuluh besar dengan asumsi kita harus mampu meraih 14-16 emas. Makanya kita semua harus mengawal demi target itu," kata Ketua KONI Pusat Tono Suratman.


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 12 Merek yang Paling Dicari di Dunia. Ada Produsen Indonesia.

    Lembaga Kantar Worldpanels Brand Footprint menganalisis 18 ribu merek di 43 negara pada 2017. Ini yang paling banyak dicari konsumen.