Selasa, 13 November 2018

Asian Games 2018: Impian Gilang Ramadhan Soal Emas Voli Pantai

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Altet voli pantai Indonesia, Danang Syah (kiri) dan Gilang Ramadhan berusaha mengembalikan bola saat mengikuti pelatnas di Lapangan Voli Pantai Kawasan Gtadion Utama Gelora Bung Karno, 15 Februari 2018. ANTARA/Wahyu Putro

    Altet voli pantai Indonesia, Danang Syah (kiri) dan Gilang Ramadhan berusaha mengembalikan bola saat mengikuti pelatnas di Lapangan Voli Pantai Kawasan Gtadion Utama Gelora Bung Karno, 15 Februari 2018. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Palembang - Matahari tepat di atas ubun-ubun kepala, Gilang Ramadhan melompat tinggi menepak voli pemberian Koko Prasetyo, pelatih voli pantai Asian Games 2018. Prakkkk.... suara muncul dari tepakan tangan yang lebar kepada bola voli yang ada di depan mukanya itu, dan bola langsung terlempar ke lapangan sebelah. Cepat sekali.

    Setelah itu Gilang mundur. Danangsyah pun maju, dia diberi bola oleh Koko Prasetyo, dengan sekejap dia melompat dan menyambar bola di udara itu. Prakkkk.... bolapun terlempar jauh.

    “Kami latihan terus untuk melatih kecepatan menyerang, kekuatan bertahan dan kekompakan dengan pasangan,” ujar Gilang saat jeda latihan pukul 11.40 WIB di Lapangan Voli Pantai Jakabaring, Palembang, Senin 30 Juli 2018.

    Baca: Ini Harga Tiket Laga Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018

    Gilang menceritakan pasangan Tim Voli Pantai Putra Indonesia Satu dan Tim Indonesia Dua di Palembang sejak 1 Juli 2018 lalu. Mereka latihan pagi dan sore, targetnya dapat memetakan derasnya angin dan beradaptasi dengan kondisi pasir dan menyesesuaikan diri dengan luas lapangan di Jakabaring, Palembang.

    “Kita tuan rumah menjadi keuntungan karena bisa langsung latihan di tempat pertandingan nanti,” katanya sambil senyum.

    Namun bagi Gilang, modal yang paling penting dalam memenangkan pertandingan nanti adalah saling mempercayai kemampuan pasangan masing-masing.

    “Tentu saya mengakui kekuatan dan kecepatan permainan Danang,” senyum Gilang berlanjut.

    Pria kelahiran 10 Februari 1995 itu menceritakan, dia suka bermain bola voli sejak kelas enam sekolah dasar, saat itu dia sekolah di  SD Negeri 1 Ajunur Bandar Lampung. “Ayah saya yang mengajak, sejak itu ikut suka juga,” ujarnya.

    Ayah Gilang adalah Sumartono, dia juga atlet voli di Lampung.

    Baca: Asian Games 2018 Disosialisasikan Lewat Gowes Sepeda Nusantara

    Kegemaran main volipun tak berhenti, di SMP 20 Bandar Lampung, dia terus berlatih dan terus ikut turnamen, bahkan hingga berlanjut ketika sekolah di SMAN 15 Bandar Lampung. Setelah tamat sekolah menengah atas, gilang pindah ke Yogyakarta dan kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta, dan kemudian hari pindah lagi ke Universitas Widya Mataram.

    “Di tahun 2015, barulah saya membela Indonesia untuk tim voli pantai putra,” lanjutnya.

    Prestasi yang membanggakan bagi Gilang, ketika dia dan Danang masuk final pada Kejuaraan Grand Front Osaka, Jepang 2017. Saat itu mereka naik podium kedua. Setelah itu, banyak lagi pertandingan yang dia ikuti.

    “Kami dari Tim Indonesia Satu dan Tim Indonesia Dua yakin indonesia mendapatkan mendali emas pada cabang voli pantai ini. Doakan” katanya mengenai peluang di Asian Games 2018.

    AHMAD SUPARDI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Hari Ayah, Diprakarsai Bukan oleh Para Bapak

    Setiap tanggal 12 November kita memperingati Hari Ayah yang ternyata diprakarsai bukan oleh para bapak tapi oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi.