Selasa, 18 Desember 2018

Asian Games 2018: Kehilangan 2 Potensi Emas, Malaysia Tak Cemas

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei berusaha mengembalikan shuttlecock saat bertanding melawan pemain bulu tangkis India, Prannoy Haseena Sunil pada Kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di JCC Senayan, Jakarta, 15 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Pemain bulu tangkis tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei berusaha mengembalikan shuttlecock saat bertanding melawan pemain bulu tangkis India, Prannoy Haseena Sunil pada Kejuaraan BCA Indonesia Open 2017 di JCC Senayan, Jakarta, 15 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia bakal kehilangan dua potensi medali emasnya di Asian Games 2018, usai pemain bulu tangkis Lee Chong Wei dan penyelam Cheong Jun Hoong dipastikan bakal absen di kompetisi mendatang karena cedera. Meski begitu, Ketua Kontingen Malaysia Abdul Azim Mohd Zabidi mengaku tak ingin ambil pusing dengan hal tersebut.

    Baca: Asian Games 2018: Filipina Ingin Lebih dari Satu Emas

    "Saya tak berpikir bahwa absennya dua atau tiga pemain akan melumpuhkan kontingen Asian Games kami," kata Abdul Azim seperti dikutip Bernama, Sabtu, 4 Agustus 2018.

    Baca: Asian Games 2018: Ditarget Perunggu, Basket 3x3 Kehilangan Jovita

    "Cedera pada atlet adalah suatu yang biasa, dan saya memandang hal tersebut secara positif sehingga kini kami masih bisa memilih para atlet pengganti dan mempersiapkan mereka," ujar mantan direktur Bank Simpanan Nasional, Malaysia itu.

    Baca: Asian Games: Christopher Rungkat Ingin Ulang Momen Emas ...

    Pada pekan lalu, Cheong Jun Hoong menyatakan pengunduran dirinya dari ajang Asian Games 2018 karena ia mengalami cedera pada bagian lutut. Hal itu membuat penyelam peraih enam medali emas SEA Games dan satu medali perak Olimpiade itu harus beristirahat selama sembilan bulan.

    Sebelumnya, pemain bulu tangkis tunggal putra peringkat dua dunia, Lee Chong Wei, juga menyatakan pengunduran dirinya dari kontingen Malaysia lantaran cedera. Atlet berusia 35 tahun itu pun absen dalam Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang digelar di Nanjing, Cina, yang berlangsung pada pekan lalu.

    Abdul Azim, yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Olimpiade Malaysia (OCM), mengatakan bahwa kontingen Malaysia memiliki waktu hingga pekan ini untuk mencari pengganti atlet yang bakal absen di ajang Asian Games 2018.

    Untuk mencari pengganti Lee Chong Wei, Abdul Azim bakal menyerahkan hal tersebut kepada Asosiasi Badminton Malaysia (BAM). Setelah sebelumnya, pemain bulu tangkis tunggal putra unggulan kedua Malaysia, Liew Daren, berhasil tampil mengejutkan dengan menembus babak semifinal di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2018. "Kami akan menunggu keputusan dari BAM, jika hasil dari Kejuaraan Dunia itu sesuai dengan kriteria seleksi mereka," ujar Abdul Azim.

    Mengenai target, Abdul Azim mengatakan bahwa kontingen Malaysia akan memberikan target medali kepada para atlet yang masuk ke dalam kategori A. Kategori tersebut berisikan kurang lebih 100 atlet dari total 465 atlet yang dimasukkan ke dalam kontingen.

    Abdul Azim berujar, atlet dalam kategori A mendapatkan dana sponsor dari Dewan Olahraga Nasional dan National Sports Institute, Malaysia. Sementara atlet lainnya, yang masuk ke dalam kategori B, mendapatkan dana sponsor dari asosiasi olahraganya masing-masing. "Atlet kategori B juga bisa mendapatkan kompensasi jika mereka mampu meraih, paling tidak, medali perunggu di Asian Games nanti," kata dia.

    Baca: Batal Absen, Tim Basket Filipina Akhirnya Ikut Asian Games 2018

    Pada ajang Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Malaysia mampu menempati peringkat ke-14 dengan total raihan lima medali emas, 14 perak, dan 14 perunggu. Mereka mampu mengungguli Indonesia yang kala itu hanya bisa meraih peringkat ke-17.

    BERNAMA | THE STAR ONLINE


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.