Selasa, 18 September 2018

Bonus Tambahan Emas Asian Games: Liburan Gratis ke Banyuwangi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (keempat kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kanan), dan Ketua Inasgoc Erick Thohir (ketiga kanan) memberikan sambutan saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (keempat kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kanan), dan Ketua Inasgoc Erick Thohir (ketiga kanan) memberikan sambutan saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu, 2 September 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Kolaborasi para pelaku usaha pariwisata di Banyuwangi, mulai perhotelan, transportasi, restoran, hingga pemerintah daerah, menyiapkan paket berlibur gratis selama empat hari kepada para atlet peraih medali emas Asian Games 2018. Selain wujud kebanggaan sebagai bangsa, apresiasi ini juga diharapkan menularkan virus nasionalisme ke anak muda kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

    Baca: Wapres JK: Indonesia Capai 3 Sukses di Asian Games 2018

    “Pertama, tentu kita semua bangga dengan prestasi Asian Games yang luar biasa. Kedua, kami berharap, semangat nasionalisme dan tak kenal menyerah yang dimiliki para atlet bisa menyebar ke Banyuwangi, khususnya ke anak-anak muda kami,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Senin dalam rilisnya, Senin, 3 September 2018.

    Menurut Anas, apresiasi liburan gratis untuk itu merupakan bagian dari strategi promosi pariwisata yang didukung pelaku pariwisata tanpa dana APBD. “Atlet-atlet itu merupakan endorser yang luar biasa. Kalau mereka berlibur di Kawah Ijen atau bersantai di resor tepi pantai di Banyuwangi, lalu upload di media sosialnya yang punya follower segudang, itu promosi efektif bagi Banyuwangi,” papar Anas.

    Baca: Wawancara Menpora Soal Peluang Pencak Silat Tampil di Olimpiade

    Liburan gratis empat hari itu bakal diisi dengan menikmati fenomena api biru (blue flame) yang mendunia di Kawah Ijen, G-Land dengan ombak selancar terbaik di dunia, padang rumput Taman Nasional Alas Purwo dengan komunitas banteng yang berarak, melepasliarkan anak penyu, keindahan Pulau Tabuhan, hingga melihat beragam atraksi seni-budaya serta ritual adat.

    “Selain itu, tentu ada kuliner yang enak, termasuk pecel pitik yang kerap disajikan saat acara adat Suku Osing,” ujar Anas.

    Para atlet juga bisa merasakan menginap di resor-resor berarsitektur unik, baik yang ada di bibir pantai maupun kaki gunung di Banyuwangi. “Untuk teknisnya diatur dinas terkait. Pelaksanaannya menyesuaikan waktu atletnya. Silakan sampaikan kapan ada waktu, langsung bisa ke Banyuwangi. Toh sekarang ada lima kali penerbangan per hari dari Jakarta langsung menuju Banyuwangi. Tapi akan lebih bagus jika pas pelaksanaan rangkaian Banyuwangi Festival, misalnya 22 September nanti ada jazz di kaki Gunung Ijen dan ritual adat kebo-keboan yang diikuti ribuan orang,” jelas Anas.

    Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda, menambahkan, para atlet peraih medali emas yang ingin berlibur ke Banyuwangi, dipersilakan berkorespondensi melalui email: bwitourism1@gmail.com. “Para pahlawan bangsa di bidang olahraga bisa berlibur bersama keluarga dan orang tercinta. Kami persilakan atlet-atlet tersebut membawa satu orang untuk diajak berlibur ke Banyuwangi,” pungkas Bramuda.

    Pada Asian Games yang baru berakhir Ahad, Indonesia berhasil meraih 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Tim Merah Putih finis di urutan keempat di bawah Cina, Jepang, dan Korea Selatan.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.