Selasa, 18 Desember 2018

Asian Para Games: Suryo Nugroho Ditarget Raih Emas Bulu Tangkis

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Jawa Tengah, Suryo Nugroho (kanan), bersalaman setelah dikalahkan atlet bulu tangkis Jawa Barat, Deva Anrimusthi, saat final tunggal putra SU 5 Indonesia Para Games Invitational Tournament di Istora Senayan, Jakarta, 28 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pebulu tangkis Jawa Tengah, Suryo Nugroho (kanan), bersalaman setelah dikalahkan atlet bulu tangkis Jawa Barat, Deva Anrimusthi, saat final tunggal putra SU 5 Indonesia Para Games Invitational Tournament di Istora Senayan, Jakarta, 28 Juni 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Suryo Nugroho menjadi salah satu atlet andalan dalam cabang bulu tangkis kategori standing atau berdiri di Asian Para Games 2018 di Jakarta pada 6-13 Oktober mendatang. Tak tanggung-tanggung, dia akan tampil di tiga nomor, yaitu tunggal, ganda putra, dan beregu.

    “Di nomor ganda putra, saya berpasangan dengan Oddie Kurnia. Kalau di nomor beregu, ada enam atlet yang dibagi dalam tiga partai, yaitu tunggal upper (disabilitas pada tangan), tunggal lower (disabilitas pada kaki), dan ganda upper-lower,” kata Suryo, saat ditemui pada pekan terakhir Pemusatan Latihan Nasional Asian Para Games 2018 di GOR Sritex Arena, Kota Solo, Senin, 1 Oktober 2018.

    Baca: Lepas Kontingen Asian Para Games 2018, Jokowi Ingatkan Target

    Dalam Asian Para Games nanti, Suryo masuk klasifikasi standing upper (SU) 5, yaitu kelas untuk atlet yang punya disabilitas pada tubuh bagian atas (tangan). Suryo, yang lahir normal dan dikenal sebagai atlet cilik berprestasi di Jawa Timur, harus kehilangan tangan sejak duduk di bangku kelas VI sekolah dasar karena jatuh dari sepeda motor saat diboncengkan oleh temannya.

    Tragedi itu menjadi pukulan besar bagi Suryo, yang pernah menjadi runner-up dalam kompetisi Surabaya Open Internasional pada 2005. Larut dalam keputusasaan, Suryo memilih mengurung diri di rumah. “Olahraga saya juga vakum selama tiga tahun penuh,” kata Suryo, mengingat tragedi yang dialaminya itu.

    Berkat dukungan dari keluarga dan pelatih privatnya, Suryo akhirnya mulai bangkit. Dia kembali menemukan jalan untuk mewujudkan mimpi dan meraih cita-citanya. Setelah berlatih secara mandiri selama satu tahun, Suryo diundang untuk bergabung ke National Paralympic Committee (NPC) Jawa Timur di Surabaya dan langsung meraih gelar juara dalam Pekan Paralimpik Pelajar Nasional di Yogyakarta pada 2009.

    Baca: Jokowi: 8 Besar Asian Para Games 2018 Itu Bukan Target Enteng

    Suryo akhirnya resmi menjadi atlet tim nasional pada 2010 setelah menjuarai kejuaraan akhir tahun NPC, yang sekaligus untuk ajang kualifikasi ASEAN Para Games 2011 di Kota Solo. Selama delapan tahun terakhir, ia pun sudah mengoleksi banyak medali dari berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun internasional.

    “Total medalinya berapa, saya lupa, banyak sih. Kalau yang emas ada sekitar 15 medali,” kata Suryo. Satu medali emas terakhirnya dari nomor ganda putra di World Championship Para-Badminton 2017 di Ulsan, Korea Selatan.

    Dalam Asian Para Games 2018, Suryo kembali ditargetkan meraih satu medali emas di nomor tunggal SU 5. Namun dia tak mau terbebani oleh target dan memilih fokus bisa bertanding sampai final di Asian Para Games nanti. “Persiapan sudah maksimal. Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik untuk Indonesia,” kata Suryo, yang kini tinggal di Kabupaten Karanganyar.

    Baca: Renang Indonesia di Asian Para Games 2018 Berpeluang di Nomor Ini

    Pada hari-hari terakhir latihan di Solo, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (semester III) Universitas Veteran Bangun Nusantara, Sukoharjo, itu sudah mulai mengurangi porsi latihan sejak sepekan lalu demi menjaga kondisi tubuh. “Tinggal menjaga kesehatan saja. Jangan sampai cedera saat berlatih,” kata Suryo.

    Pelatih bulu tangkis Imam Kunantoro mengatakan ada 22 atlet bulu tangkis yang disiapkan untuk berlaga dalam Asian Para Games 2018. Mereka terbagi dalam dua kategori berdasarkan tingkat disabilitasnya, yaitu 16 atlet berdiri dan 6 atlet menggunakan kursi roda. Dari dua kategori tersebut, totalnya ada sekitar 14 nomor yang dipertandingkan.

    Ada tiga negara yang menjadi lawan berat tim bulu tangkis dari kategori berdiri di Asian Para Games nanti, yaitu Cina, Jepang, dan Malaysia. Untuk menghadapi lawan-lawan berat tersebut, tim bulu tangkis mengikuti pertandingan uji coba di Dubai, Irlandia, dan Thailand. “Suryo salah satu andalan untuk meraih medali emas nanti.” 

    Profil Suryo Nugroho
    Lahir: Surabaya, 17 April 1995
    Posisi: Peringkat ketiga dunia kategori upper (kekurangan di bagian atas dalam hal ini adalah tangan) Badminton World Federation (BWF)

    Prestasi
    Juara Indonesia Open Para-Badminton 2015 tunggal putra
    Juara Indonesia Open Para-Badminton 2016 kategori ganda putra
    Juara Asian Para-Badminton Championship 2016 kategori tunggal putra
    Juara World Championship Para-Badminton 2017 kategori ganda putra.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.