Rabu, 17 Oktober 2018

Ini Konsep dan Pengisi Acara Pembukaan Asian Para Games 2018

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panggung yang dipersiapkan untuk upacara pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta pada 6 Oktober. (Tempo/Ariandono)

    Panggung yang dipersiapkan untuk upacara pembukaan Asian Para Games 2018 di Stadion Utama GBK Senayan, Jakarta pada 6 Oktober. (Tempo/Ariandono)

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) menjanjikan pertunjukan yang luar biasa pada upacara pembukaan Asian Para Games 2018 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018.

    "Acara ini merupakan kolaborasi terbesar, terakbar yang memiliki eksposure paling besar dari penyandang disabilitas dan non-disabilitas yang hasilnya luar biasa," ujar Ketua Umum INAPGOC Raja Sapta Oktohari dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

    INAPGOC menggandeng "event organizer" asal Italia Balich Worldwide Show (BWS) untuk mengorganisir acara. Selain itu, beberapa pihak asal Indonesia juga dilibatkan, di antaranya Jay Subiakto sebagai associate creative director & set designer, Andi Rianto sebagai music director dan Chitra Subyakto sebagai costume designer.

    Jay Subiakto pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa pembukaan Asian Para Games 2018 akan mengangkat tentang pesona Indonesia. Sebuah panggung besar berbentuk melengkung menyerupai garis ekuator, dengan elemen dan motif dalam struktur dan arsitektur tradisional Indonesia telah dipersiapkan. Lewat panggung tersebut, Jay ingin menunjukkan kehebatan atlet-atlet Para Games Tanah Air.

    "Jadi memang ini yang harus kita tonjolkan pentingnya melihat manusia-manusia Indonesia yang hebat dengan segala kekurangannya tapi bisa melebihi kemampuan orang normal," ucap Jay.

    Dari sisi musik, Andy Rianto mengatakan dirinya akan menggabungkan antara musik orkestra dengan musik tradisional Indonesia. Dirinya ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bisa menghelat sebuah pergelaran berskala internasional dengan penyanyi dan musisi yang seluruhnya berasal dari dalam negeri.

    Beberapa musisi yang terlibat antara lain Magenta Orchestra, Armand Maulana, Once Mekel, Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Sheryl Sheinafia, Lesti, Ariani Nisma Putri, Shanna Shannon dan Regina Poetiray.

    Sementara untuk kostum, Chitra Subyakto telah menyiapkan sebanyak 1.304 kostum dan 514 topi atau hiasan kepala. Baik kostum maupun hiasan kepala tersebut seluruhnya merupakan busana dan aksesoris khas Indonesia.

    "Kami menampilkan tentang Indonesia, terdiri dari berbagai pakaian daerah Indonesia yang sangat indah," terang Chitra.

    INAPGOC juga telah memilih "We Are One" sebagai tema pada pembukaan Asian Para Games 2018. Logo "We Are One" akan terbagi menjadi dua bagian, bagian pertama "We Are" bermakna bahwa semua peserta berasal dari salah satu benua terbesar di dunia, yaitu Asia.

    Sementara bagian kedua, yaitu "One" memiliki arti bahwa dari satu bisa menjadi banyak dan dari banyak bisa menjadi satu. "We Are One" adalah kisah tentang bangsa yang memiliki keberagaman dan merayakannya dalam pesta olahraga.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.