Selasa, 18 Desember 2018

Asian Para Games 2018: Tim Renang Indonesia Alami Perubahan Kelas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atlet Para-Renang Asian Para Games 2018 berlatih di lapangan Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA/Galih Pradipta

    Sejumlah atlet Para-Renang Asian Para Games 2018 berlatih di lapangan Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim renang Indonesia yang akan berlaga di Asian Para Games 2018 mengalami perubahan kelas usai menjalani proses klasifikasi. Koordinator pelatih para renang Dimin mengatakan ada lima perenang yang berubah klasifikasinya. "Dua (perenang) naik kelas dan tiga (perenang) turun kelas," kata saat dihubungi, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Salah satu perenang yang mengalami naik kelas ialah Laura Aurelia Dinda. Dimin mengatakan dari hasil klasifikasi perenang berusia 19 tahun itu dinyatakan masuk kategori S6 (kehilangan fungsi dua anggota tubuh). Sebelumnya ia termasuk dalam kelompok S5 (kehilangan fungsi satu sisi tubuh). Perubahan itu, menurut Dimin, membuat persaingan merebut medali emas menjadi makin kompetitif. "Untuk emas agar berat," kata dia.

    Meski demikian, Dimin menyatakan, di sisa waktu yang ada para atlet akan berupaya fokus. Ia menyebut para perenang tengah menjaga kondisi mental dan fisik agar bisa tampil maksimal selama pertandingan berlangsung nanti.

    Cabang renang menjadi salah satu andalan Indonesia merebut emas. Empat emas ditargetkan dari nomor ini. Target ini melihat penampilan positif di Asian Para Games 2014 dimana tiga emas berhasil dibawa pulang. Kali ini, emas salah satunya diharapkan datang dari Laura.

    Rekam jejak Laura terbilang bagus sebab berhasil menyumbangkan dua emas saat tampil di ASEAN Para Games 2017. Ia sukses meraih emas pada nomor 100 meter gaya bebas putri kategori S6 dan 50 meter kategori S5.

    Direktur Bidang Klasifikasi Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (Inapgoc), Christofer Muliadi menjelaskan, pelatih sempat memprotes hasil klasifikasi namun hal itu tidak bisa diterima. Tim klasifikasi, menurut Christofer, memberi penilaian berdasarkan tes.

    Kendati berada di kelas S6, Laura masuk dalam status observation assesment atau dalam proses pengamatan. Dengan kata lain, ucap Christofer, Laura masih mempunyai kesempatan pindah ke kelas sebelumnya bila pada pertandingan perdana Asian Para Games nanti terjadi hasil yang berbeda. "Jadi masih bisa protes kalau merasa keberatan," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.