Selasa, 16 Oktober 2018

Cerita Rani Puji Astuti dan Kecintaannya pada Angkat Berat

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet angkat berat difabel Indonesia, Rani Puji Astuti, berpose dengan medali perak ASEAN Para Games 2017 yang diraihnya dari kelas -55 kilogram di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa. (ANTARA)

    Atlet angkat berat difabel Indonesia, Rani Puji Astuti, berpose dengan medali perak ASEAN Para Games 2017 yang diraihnya dari kelas -55 kilogram di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa. (ANTARA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet angkat berat, Rani Puji Astuti, berhasil meraih medali perunggu Asian Para Games 2018 di kelas 55 kilogram putri. Ia mengaku olahraga yang ia geluti saat ini bukanlah pilihan pertamanya. Ia baru menemukan kecintaannya pada olahraga yang memerlukan kekuatan besar ini setelah dianjurkan oleh pelatihnya.

    Wanita kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah ini mengaku pada awalnya mendalami olahraga Atletik. Pada saat ia mengikuti seleksi atlet tingkat Provinsi pun saat itu ia memilih cabang olahraga Atletik. Kecintaan Rani pada angkat berat baru muncul ketika belakangan pelatihnya menganjurkan dia untuk mencoba cabang olahraga ini.

    "Dan saya lebih suka di sini sih, soalnya lebih cocok. Lalu sejak itu jadi latihan terus," ujar Rani ketika ditemui awak media di Balai Sudirman, Jakarta, Senin 8 Oktober 2018.

    Kecintaannya terhadap olahraga ini, membuat latihannya tidak ia rasakan sebagai beban. Ia mengatakan sangat menikmati proses latihan, tak kenal lelah dan letih yang penting terus berlatih, tanpa ada kata menyerah.

    Ia menambahkan terutama saat berlatih di Pelatnas Asian Para Games. Karena baginya selain menjadi tambang prestasi, angkat berat pun menuntunnya pada atlet-atlet lain yang kini sudah ia anggap sebagai keluarga baru.

    Rani yang mengaku terbiasa hidup di asrama dan jauh dari keluarga menemukan tempat baru untuk melepas rindu. Maka ia pun tidak resah meski dikunjungi keluarga hanya sesekali. "Apalagi di Pelatnas yang datang dari latar belakang berbeda-beda. Sudah seperti saudara," ungkap atlet berusia 34 tahun ini.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.