Selasa, 11 Desember 2018

Asian Para Games 2018: Raih Medali Lompat Jauh, Karisma Bersyukur

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet lompat jauh, Karisma Evi Tiarani, saat berlaga dalam kategori T42-44/61-64 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018. Nakanhisi meraih medali emas dengan lompatan sejauh 5,44 meter, sedangkan perak diraih Takakuwa dengan lompatan 4,85 meter. TEMPO/Subekti

    Atlet lompat jauh, Karisma Evi Tiarani, saat berlaga dalam kategori T42-44/61-64 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018. Nakanhisi meraih medali emas dengan lompatan sejauh 5,44 meter, sedangkan perak diraih Takakuwa dengan lompatan 4,85 meter. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Solo - "Alhamdulillahirobilalamin," tulis Karisma Evi Tiarani pada status WhatsApp yang menyertakan foto dirinya seusai bertanding di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Selasa, 9 Oktober 2018, dalam ajang Asian Para Games 2018. 
     
    Dalam foto yang diunggah pada pukul 15.33 itu, Evi masih mengenakan kaos merah bernomor dada 245. Rona bahagia terpancar dari wajah perempuan 17 tahun asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, itu. Matanya berbinar, senyum tipisnya mengembang. 
     
    Berdiri tegak dengan kaki kiri berjinjit dan kaki kanan yang sedikit ditekuk, Evi berpose dengan gaya khas para atlet yang baru selesai mengukir prestasi, yakni kedua tangan membentangkan bendera merah putih di balik punggung.
     
    "Baru bisa kasih (medali) perunggu ini Mas," kata Evi saat menjawab pertanyaan Tempo via pesan WhatsApp. Medali perunggu itu diraih Evi dari cabang olahraga atletik pada nomor lompat jauh putri klasifikasi T42-44/61-64 di Asian Para Games 2018. 
     
    "Tadi lompatan saya tercatat sejauh 4,03 meter," kata Evi. Meski harus mengakui keunggulan lawan beratnya, Nakanhisi Maya, atlet asal Jepang yang menyabet medali emas, Evi tetap merasa sangat senang sekaligus bangga. Sebab, baru kali ini Evi berlaga di ajang olahraga bergengsi tingkat Asia. 
     
    Selain itu, lompat jauh bukanlah nomor pertandingan yang diprioritaskan untuk Evi bisa meraih medali emas. "Saya berharap bisa memberikan (medali) emas untuk Indonesia. Tapi, dapat medali perunggu saya merasa sangat bersyukur," kata Evi yang belum sempat melihat catatan berapa jauh lompatan lawan-lawannya.  
     
    Saat diwawancarai Tempo pada hari-hari terakhir Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Kota Solo pada 25 September lalu, Evi mengaku ditarget oleh pelatih Slamet Widodo untuk bisa menyumbangkan satu medali emas dari nomor lari 100 meter.  "Untuk nomor lari saya belum tahu jadwalnya, kemungkinan sih besok (Rabu)," kata Evi. 
     
    Menurut salah satu asisten pelatih di cabang atletik Asian Para Games 2018, Atto Kurniawan, Evi termasuk salah satu atlet yang diproyeksikan menyumbang medali emas dari nomor lari. "Waktu test event (25 Juni - 3 Juli), Evi fokus di nomor lari 100 meter dan dapat nomor satu," kata Atto di Stadion Sriwedari Kota Solo pada 25 September.
     
    DINDA LEO LISTY

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.